Alien Romulus, Terangnya Kegelapan
- https://www.20thcenturystudios.com/movies/alien-romulus
Film, VIVA Banyuwangi – Franchise Alien yang dimulai oleh Ridley Scott merupakan salah satu judul horror paling ikonik dan tiada duanya. Film horror yang memberikan ketakutan bukan melalui hantu, namun sosok kosmik dengan terrornya pada manusia-manusia yang ditemui. Franchise ini mendapatkan judul barunya di tahun 2024 dengan judul Alien Romulus.
Alien Romulus yang disutradarai oleh Fede Alvarez menceritakan mengenai sekawanan remaja yang ingin pergi dari planet yang ditinggali ke tempat lain dengan harapan hidup lebih baik. Namun, perjalanan itu tidak mungkin dilakukan karena kurangnya peralatan yang diperlukan. Stasiun luar angkasa terbengkalai bernama Renaissance disebut-sebut memiliki peralatan yang diperlukan. Tindakan sekelompok remaja ini menjadi sangat berat setelah terror kuno yang tersimpan lama dalam Renaissance terlepas, dan memburu mereka satu per satu.
Franchise Alien sesungguhnya sudah sangat lama familier di telinga, namun niat untuk menonton film-filmnya masih sulit untuk timbul. Setelah sebelumnya hanya mencoba Prometheus (2012) dengan cerita yang sangat membingungkan, kesempatan akhirnya muncul dari Alien Romulus. Dan film ini memberikan kesan yang sangat baik.
Romulus seakan tidak ingin bertele-tele dalam menyampaikan ceritanya. Dengan fase cukup cepat, dan narasi-narasi yang mudah diikuti, membuatnya bisa menimbulkan ketertarikan dalam benak penontonnya. Fase yang sangat asyik diikuti ini menjadi salah satu kekuatan dari film ini.
Satu hal yang paling tinggi diapresiasi adalah aspek pencahayaan yang sangat baik. Film ini memiliki banyak sekali adegan yang menunjukan ruangan gelap atau adegan-adegan yang terjadi di saat gelap, namun bagian-bagian gelap tersebut sangatlah tidak mengganggu pengalamanan selagi menonton filmnya karena pengaturan pencahayaan yang sangat baik terutama pada bagian wajah para tokohnya sehingga tiap ekspresinya bisa sangat jelas terlihat.
Teknis pencahayaan dalam film ini sangatlah perlu diapresiasi setinggi-tingginya karena sudah sangat banyak sekali film Hollywood di era sekarang memiliki pencahayaan yang sangat buruk sehingga merusak pengalaman menonton. Hal ini ditimbulkan karena terlalu sering tertutupnya detail-detail penting yang terjadi pada adegan yang terjadi di bagian-bagian gelap ini.
Mulai dari apa yang dilakukan seorang tokoh, ekspresi wajah, atau ketika adegan pertarungan yang membuatnya sulit untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Kesalahan paling fatal adalah ketika seorang tokoh mengeluarkan ekspresi wajahnya, namun ekspresi wajah tersebut menjadi kurang terlihat karena gagalnya pengaturan cahaya yang dilakukan. Di era dengan biaya film yang bisa setinggi ratusan juta dollar, kesalahan seperti ini tidak hanya sangat menyebalkan, namun juga sangat menganggu kenyamanan menonton.
Alien Romulus dengan teknis pencahayaan yang sangat baik, membuktikan bahwa kesalahan pencahayaan yang biasanya terjadi sangat bisa dihindari. Pada film ini, tokoh-tokoh yang ada memiliki pancaran cahaya yang cukup pada bagian wajah mereka sehingga ekspresi wajahnya bisa dengan jelas terlihat. Bahkan pada bagian-bagian yang menunjukan ruangan gelap, selalu ada cahaya yang menerangi bagian wajah para aktornya.
Para aktor yang bermain pun memiliki rasa kedekatan yang cukup baik bisa dirasakan sehingga menimbulkan kesan bahwa mereka bukanlah orang-orang asing yang tidak sengaja bertemu dalam satu keadaan bahaya, namun benar-benar sekelompok orang-orang yang berteman.
Salah satu kedekatan yang paling baik dipresentasikan adalah dari dua tokoh utamanya Rain (Cailee Spaeny) dan Andy (David Johnson) yang diceritakan sebagai sepasang saudara. Pada beberapa bagian, kedekatan mereka sangatlah emosional.
Seperti yang sebelumnya disebutkan mengenai tempo film, film ini memiliki tempo yang lumayan cepat. Hal ini merupakan hal yang baik, namun juga tidak. Pada bagian baiknya, dengan cepatnya tempo yang berjalan, film ini meminimalisir rasa bosan yang mungkin ditimbulkan oleh fase yang lambat. Namun, pada beberapa bagian, tempo film ini seakan terlalu cepat.
Hal ini merupakan kekurangan karena seharusnya bisa diperlambat sehingga beberapa bagian filmnya bisa menjadi lebih dalam dirasakan oleh penontonnya. Membuat dramanya bisa lebih dirasakan oleh penontonnya. Beberapa bagian seakan tidak membiarkan penontonnya untuk berhenti sejenak, mendalami perasaan mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Hal ini sebenarnya merupakan kesalahan kecil, namun bisa menimbulkan kesan dibuat terus terburu-buru.
Sebagai awam dari franchise ini, Alien Romulus memberikan kesan yang sangat baik bahkan dari menit-menit awal filmnya. Dengan tempo yang tidak terlalu lambat, dan teknis pencahayaan yang sangat baik yang sudah jarang ditemukan di era sekarang. Meski memiliki sedikit keluhan pada bagian tempo film yang agak terlalu cepat pada beberapa bagian film, namun hal itu tidak merusak kesan baik yang ditimbulkan oleh film ini.
Sangat berharap Fede Alvarez akan mendapatkan kesempatan lagi untuk meramu cerita dari semesta Alien ini. Dengan begitu, kisahnya tidak berhenti begitu saja, dan pengalaman baik yang dia berikan dapat kembali dirasakan di cerita lainnya.
Alien Romulus diramaikan oleh Cailee Spaeny, David Johnson, Archie Renaux, Isabela Merced, Spike Fearn, Aileen Wu hingga Trevor Newlin.
Alien Romulus bisa ditonton di platform Disney+.