Tanaman Ini Berada di Kalimantan! dan Terancam Punah
- https://www.freepik.com/free-photo/beautiful-landscape_1467076.htm
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Di tengah rimbunnya hutan tropis Kalimantan, terdapat pohon langka bernama ulin (Eusideroxylon zwageri), yang dikenal juga sebagai kayu besi. Pohon ini bukan tanaman biasa. Ia bisa tumbuh menjulang hingga 50 meter dan hidup selama ratusan bahkan ribuan tahun. Kulit batangnya keras, dan kayunya sangat tahan terhadap rayap dan pembusukan. Tak heran jika ulin disebut sebagai salah satu jenis kayu paling tahan lama di dunia.
Namun, di balik kekuatannya, ulin menyimpan kisah yang mengkhawatirkan. Tanaman endemik Kalimantan ini kini berada di ambang kepunahan. Menurut laporan Environmental Investigation Agency (EIA), pohon ulin masuk dalam kategori rentan (vulnerable) oleh IUCN. Salah satu penyebab utamanya adalah penebangan liar yang tak terkendali, terutama untuk industri konstruksi dan mebel. Karena ulin tumbuh sangat lambat yaitu hanya sekitar 0,5 cm per tahun, pohon ini tidak bisa cepat menggantikan dirinya di alam.
Yang membuat kisah ulin semakin istimewa adalah hubungan eratnya dengan masyarakat adat Kalimantan, seperti suku Dayak. Mereka menghormati pohon ini sebagai bagian dari warisan leluhur. Di beberapa wilayah, ulin tidak ditebang sembarangan karena diyakini memiliki nilai spiritual dan ekologis yang tinggi.
Kini, pelestarian ulin menjadi tanggung jawab bersama. Berbagai organisasi lingkungan dan masyarakat lokal mulai menyuarakan pentingnya menjaga pohon ini. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat perlindungan kawasan hutan tempat ulin tumbuh serta mendukung praktik pengelolaan hutan berbasis kearifan lokal.
Melihat ulin yang megah berdiri tegak di tengah hutan Kalimantan bukan hanya pengalaman visual semata, tapi juga pengingat tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam. Jika tidak ada tindakan nyata, generasi mendatang mungkin hanya bisa mengenal pohon ini dari gambar dan cerita.
Ulin bukan sekadar pohon, melainkan simbol dari kekayaan alam dan budaya Kalimantan. Sudah saatnya kita lebih peduli dan bertindak untuk mencegahnya hilang selamanya.