Cicilan Mobil vs Cicilan Rumah, Mana yang Harus Didahulukan?
- https://pixabay.com/photos/real-estate-homeownership-homebuying-6688945/
Gaya hidup, VIVA Banyuwangi – Banyak orang muda kini dihadapkan pada pilihan finansial sulit: mendahulukan cicilan rumah atau mobil? Keduanya memang penting, tetapi keputusan yang salah bisa membebani keuangan hingga bertahun-tahun. Supaya tak salah langkah, yuk pahami dulu mana yang sebaiknya didahulukan.
1. Rumah adalah Aset Bernilai Naik
Rumah sering disebut sebagai aset karena nilainya cenderung naik. Investopedia (2023) menjelaskan dalam artikel Is Buying a House a Good Investment?, “Properti cenderung mengalami apresiasi nilai seiring waktu, menjadikannya salah satu bentuk investasi jangka panjang.”
Artinya, cicilan rumah tidak hanya memberi tempat tinggal, tetapi juga potensi nilai jual yang lebih tinggi di masa depan.
2. Mobil Termasuk Aset Menyusut
Berbeda dengan rumah, mobil nilainya menurun setiap tahun. Forbes (2022) dalam artikel Car Depreciation Explained menyebutkan, “Mobil kehilangan sekitar 20% nilainya hanya dalam tahun pertama dan terus menyusut seiring bertambahnya usia.”
Itu sebabnya, mendahulukan cicilan mobil sebelum rumah bisa membuat kondisi keuangan kurang optimal, apalagi jika nilai mobil lebih cepat anjlok.
3. Prioritaskan Kebutuhan Utama
Tempat tinggal adalah kebutuhan utama. Investopedia (2023) dalam artikel How to Budget for Housing Costs menjelaskan, “Biaya tempat tinggal sebaiknya tidak melebihi 30% dari pendapatan bulanan agar keuangan tetap sehat.”
Jika penghasilan terbatas, mengutamakan rumah lebih disarankan karena merupakan kebutuhan pokok, sementara mobil seringkali hanya mempermudah mobilitas.
4. Hitung Kemampuan Membayar Cicilan
Jangan sampai cicilan memakan porsi penghasilan terlalu besar. Forbes (2023) dalam artikel How Much Car Can I Afford? menegaskan, “Total cicilan mobil sebaiknya tidak lebih dari 15% hingga 20% penghasilan bulanan.”
Jika setelah menghitung rasio penghasilan dan cicilan rumah masih ada ruang, barulah pertimbangkan cicilan mobil.
5. Pertimbangkan Situasi Pribadi
Keputusan finansial tidak bisa digeneralisasi. Jika mobil benar-benar dibutuhkan untuk kerja atau usaha, bisa jadi cicilan mobil lebih mendesak. Namun, tetap ingat prinsip keuangan sehat: cicilan jangan melebihi kemampuan bayar.