Hobi Scroll Saat BAB? Ini Efek Serius ke Usus dan Sistem Pencernaan

Scroll sambil BAB? Risiko pencernaan
Sumber :
  • https://www.freepik.com/free-photo/working-toilet_5400715.htm

Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Pernahkah kamu membawa ponsel ke toilet dan tanpa sadar scroll media sosial selama buang air besar? Jangan khawatir, kamu bukan satu-satunya. Kebiasaan ini bahkan sudah jadi “ritual digital” yang dianggap wajar oleh banyak orang, khususnya generasi muda.

img_title Cara Membersihkan Cermin Hias Dinding Tanpa Merusak Lapisan Belakangnya

Namun, di balik kenyamanan itu, tersembunyi efek serius bagi kesehatan pencernaan yang tak banyak disadari. Mulai dari gangguan buang air besar, risiko infeksi, hingga potensi penyakit jangka panjang, semua bisa terjadi hanya karena terlalu asyik bermain HP saat BAB.

Duduk terlalu lama di toilet picu wasir

img_title Menjelajahi Dunia Virtual Lewat Game VR

Menggunakan ponsel saat di toilet seringkali membuat kita betah duduk lama, bahkan hingga 15–30 menit. Padahal, posisi duduk terlalu lama, terutama di toilet duduk tanpa penyangga kaki, dapat menambah tekanan pada pembuluh darah di sekitar anus.

Menurut Cleveland Clinic, tekanan yang meningkat ini bisa menyebabkan pembuluh darah membengkak dan memicu wasir (hemoroid). Wasir ditandai dengan nyeri saat BAB, gatal di area anus, bahkan bisa menyebabkan perdarahan ringan.

img_title Suka Duka Mencari Suku Cadang Original Motor Klasik

Wasir bukan hanya mengganggu, tapi bisa menjadi kronis jika tidak segera diatasi dan kebiasaan buruk ini terus dilakukan.

Fokus ke layar

Satu hal yang jarang disadari: tubuh kita memerlukan konsentrasi saat buang air besar. Otak dan otot bekerja sama untuk membantu proses pengeluaran feses. Namun, jika perhatian terbagi karena sedang menonton video atau membaca komentar netizen, refleks mengejan bisa terganggu.

Dalam jurnal Diseases of the Colon & Rectum, dijelaskan bahwa proses BAB yang terlalu lama atau tidak fokus bisa merusak fungsi otot rektum dan mengganggu ritme usus besar. Akibatnya, kamu bisa mengalami sembelit, perut kembung, atau merasa tidak tuntas saat BAB.

Risiko tertular bakteri

Toilet adalah salah satu tempat dengan konsentrasi kuman dan bakteri tertinggi. Saat kamu membawa ponsel ke dalamnya, benda itu ikut terpapar bakteri seperti E. coli, Salmonella, hingga Staphylococcus aureus.

Penelitian dari London School of Hygiene & Tropical Medicine menunjukkan bahwa 1 dari 6 ponsel terkontaminasi feses. Bahkan setelah mencuci tangan, ponsel tetap menjadi “kendaraan” yang membawa kuman ke tangan dan wajah, apalagi kalau kamu langsung makan atau menyentuh wajah setelahnya.

Halaman Selanjutnya
img_title