Anak GTM? Ini Cara Sabar Menghadapi Balita yang Susah Makan
- https://pixabay.com/photos/baby-child-eating-picnic-park-6957222/
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Para orang tua pasti panik kalau tiba-tiba balita kesayangan menolak makan, atau yang sering disebut GTM (Gerakan Tutup Mulut). Anak jadi susah makan, marah kalau disuapi, bahkan sampai menangis. Tenang dulu, Moms dan Dads, ternyata kondisi ini umum terjadi dan masih bisa diatasi dengan cara yang tepat.
Berdasarkan penelitian oleh Carruth (2004) dalam Prevalence of picky eating behaviors in toddlers and their relationship to nutrient intakes bahwa “sekitar 20–50 persen balita mengalami fase picky eating atau GTM, yang merupakan bagian dari perkembangan normal karena anak sedang belajar mandiri, termasuk dalam memilih makanan”.
Nah, supaya tidak stres saat menghadapi anak GTM, yuk simak beberapa tips di bawah ini:
1. Jangan Paksa Anak Makan
Memaksa hanya membuat anak semakin menolak. Tetap tawarkan makanan tanpa memaksa.
Menurut Carruth (2004), “memaksa anak makan justru membuat pengalaman makan menjadi negatif dan menurunkan minat anak terhadap makanan baru”.
2. Buat Jadwal Makan yang Teratur
Balita butuh pola makan teratur supaya tubuh mengenali rasa lapar. Hindari ngemil berlebihan di antara waktu makan.
3. Sajikan Makanan Berwarna dan Menarik
Tampilan makanan yang cerah bisa meningkatkan minat makan anak. Potong sayur atau buah dalam bentuk lucu supaya anak tertarik mencoba.
4. Jadikan Waktu Makan Menyenangkan
Ajak anak ngobrol ringan saat makan. Hindari suasana tegang atau memarahi anak di meja makan.
Menurut penelitian oleh Savage (2007) dalam Parental influence on eating behavior bahwa “suasana makan yang positif membuat anak lebih terbuka untuk mencoba makanan baru, sekaligus mengurangi stres orang tua”.
5. Beri Porsi Kecil Dulu
Jangan langsung memberi porsi besar. Mulailah dengan sendok kecil supaya anak tidak merasa kewalahan.
Kesimpulan
GTM memang bikin orang tua deg-degan, tapi sabar adalah kuncinya. Anak perlu waktu untuk belajar mengenali rasa lapar dan makanan baru. Dengan menciptakan suasana makan yang positif dan sabar menawarkan variasi makanan, balita bisa kembali semangat makan.