Bahagia Atau Tidak Tergantung Pada Dirimu Sendiri

Momen berharga bisa bahagia bersama keluarga
Sumber :
  • https://pixabay.com/id/photos/keluarga-di-luar-ruangan-senang-1599826/

Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Apakah bahagiamu tergantung pada materi yang kamu punya? Apakah rasa sukamu tergantung dengan siapa yang menemanimu? Atau kamu merasa bahagia jika sudah dapat mencapai hal-hal besar?

img_title Tips Merawat Blok Silinder dan Piston Orisinal agar Awet

Kebahagiaan itu sebetulnya sederhana sekali. Kebahagiaanmu tergantung pada dirimu sendiri. Kamulah yang menjadi penentu bahagiamu. Jadi bahagiamu seharusnya tidak bergantung pada materi, kekayaan, teman, pacar, pasangan hidup atau prestasi menjulang yang menjadi viral.

Berikut ini 6 ciri hakikat bahagia yang bergantung pada dirimu sendiri.

img_title Kenali Ciri Kompresi Bocor pada Motor Matik Jadul

1. Tidak Ada Yang Dapat Merengut Damai Hatimu Tanpa Izin Darimu

Kamu tidak perlu merasa dicintai untuk merasa cukup, menunggu diakui untuk merasa berharga, dan menunggu diberi perhatian untuk merasa utuh. Semua itu bisa hilang satu-persatu. Kedamaian hatimu kuncinya terletak pada dirimu sendiri.

img_title Motor Matik Tua Overheat, Kenali Penyebab dan Solusinya

2. Bahagia Yang Bersandar Pada Orang Lain Selalu Rapuh

Hubunganmu dengan siapa pun, jangan sampai kamu menyandarkan rasa bahagiamu pada mereka. Hari ini dia bisa bilang sayang padamu dengan sepenuh hati, namun besok bisa berubah. Hari ini dia memuji setinggi langit, besok bisa jadi mencaci-makimu. Jika bahagiamu bergantung pada yang ada di luar dirimu, kamu dapat kelelahan mengejarnya dan mudah merasa kecewa.

3. Kamu Paling Tahu Apa Yang Membuatmu Merasa Hidup

Mungkin sederhana saja, seperti di pagi yang tenang, kamu dapat meminum kopi.  Bisa juga berolahraga ringan atau berjalan-jalan di atas rumput berembun tanpa alas kaki. Bahagia kecil yang tidak kamu sadari tetapi itu merupakan benih bahagia yang menenangkan.

4. Bertanggung Jawab Atas Bahagiamu Sendiri

Kamu jika bertanggung jawab atas bahagiamu sendiri tidak akan menuntut orang lain mengisi kekosongan hatimu. Kamu bahagia karena dapat membagi kelimpahan dari rasa cukup. Rasa bahagia itu tanggung jawabmu sendiri.

5. Menjaga Bahagiamu Itu Tugas Suci

Saat tubuhmu lelah, istirahatkan hatimu. Rebahkan sejenak tubuhmu atau rilekskan otot-ototmu dapat membuatmu kembali bugar. Ketika hilang arah, berdoa dan tenangkan dirimu. Jadi, untuk menjadi bahagia, ciptakan ruangnya dan rawatlah benihnya. Itu semua tugas suci yang mungkin saat ini belum kamu sadari.

Halaman Selanjutnya
img_title