Selaraskan Hati, Ucapan dan Tindakamu Agar Berkahmu Melimpah

Bersikap tulus jauh dari pura-pura membuat mata berbinar
Sumber :
  • https://pixabay.com/id/photos/gadis-model-potret-senyum-1867092/

Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Pernahkah kamu mendengar ilustrasi tentang dua gadis yang bersahabat akrab? Sebut saja namanya Serli dan Dona. Mereka saling bercerita dengan penuh keakraban. Serli memuji-muji kepandaian Dona yang telah meraih rangking pertama di kelasnya. Serli juga sempat  membicarakan tentang sifat buruk Lusi, teman sekelas mereka juga. Namun Dona diam saja, tidak mengomentari sepatah katapun omongan Serli.

img_title Titanium dan Serat Karbon, Rahasia Motor Listrik Premium

Beberapa waktu kemudian Lusi datang dan menghampiri mereka. Kebetulan, Dona harus pergi sebentar ke kantin sekolah. Saat Dona pergi, Serli memuji-muji Lusi dan menjelek-jelekan karakter Dona. Serli menilai, kepandaian Dona karena keahliannya dalam mencontek.

Sepandai-pandainya tupai melompat, dia akan jatuh juga. Serapi apapun kamu berpura-pura, akhirnya akan ketahuan juga. Nah, apakah harus kamu sendiri yang mengetahui kepura-puraan itu?

img_title Supercar Limited Edition, Mengapa Harganya Terus Naik?

Ketika seseorang berpura-pura baik di depanmu, menurut kangrisat, lalu menjelek-jelekanmu di belakangmu, jiwanya sedang tidak selaras. Ketidaksesuaian ini menurunkan vibrasi spiritualnya.

Ucapan negatif itu seperti racun. Tidak hanya mencemari orang yang dibicarakannya, tetapi juga mengotori medan energinya sendiri. Jadi jangan kotori jiwamu dengan kepura-puraan.

img_title Honda Gold Wing, Raja Touring dengan Airbag Bawaan

Sama halnya dengan tingkah Serli. Ketika dia membicarakan kejelekan Dona di belakangnya, jiwa Serli sedang tidak selaras. Serli berarti juga mengotori medan energinya sendiri.

Semesta bekerja berdasarkan frekuensi. Jika seseorang menyebarkan energi buruk secara diam-diam, maka energi buruk itu akan kembali ke sumbernya. Ucapan buruk di belakang bisa menjadi racun bagi dirimu sendiri.

Dilansir dari makhmud_kuncahyo dikatakan bahwa rejeki (berkah) tidak hanya datang dari kerja keras semata. Tetapi juga dari sikapmu terhadap hidup dan sesama. Menghindari kebiasaan-kebiasaan yang dapat menghalangi rejeki, sangat penting agar kamu bisa hidup dengan lebih berkelimpahan.

Kedamaian batin tidak akan pernah dimiliki oleh orang yang menyimpan kepalsuan dan niat buruk, walaupun tampak ramah dari luar. Selaraskan ucapan, hati dan tindakanmu. Itulah jalan menuju ketenangan dan keberkahan sejati.