Anak Mulai Berani Membantah? Ini Cara Menanggapinya

Anak Mulai Berani Membantah? Ini Cara Menanggapinya
Sumber :
  • https://www.pexels.com/photo/woman-listening-to-therapist-3958415/

Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Pernah merasa kesal karena anak mulai sering membantah? Jangan langsung panik. Membantah ternyata bagian dari proses anak belajar mandiri dan mengembangkan pola pikir kritis. Namun, jika dibiarkan tanpa bimbingan, perilaku ini bisa berkembang menjadi sikap kurang hormat dan sulit diatur.

img_title Belum Punya Pengalaman? Ini Ide Fake Project untuk Portfolio

Berdasarkan penelitian oleh Steinberg (2005) dalam Cognitive and Affective Development in Adolescence bahwa “masa kanak-kanak hingga remaja ditandai dengan meningkatnya keinginan anak untuk menguji batasan yang ditetapkan orang tua, sebagai cara membangun identitas diri”.

Mengapa Anak Membantah?

img_title Memulai Hobi Aquaponik, Cara Sederhana untuk Pemula di Rumah

Membantah bukan selalu tanda nakal. Anak mungkin merasa ingin didengar atau sedang frustrasi. Dalam penelitian oleh Smetana (2011) dalam Adolescent–Parent Conflict disebutkan bahwa “konflik dengan orang tua sering terjadi karena anak ingin lebih dihargai sebagai individu, meski belum sepenuhnya paham cara menyampaikan pendapat dengan baik”.

Cara Bijak Menanggapi Anak yang Membantah

img_title Memulai Hobi Mendaki? Ini Peralatan yang Wajib Kamu Bawa

1. Tetap Tenang
Jangan langsung marah atau membalas dengan suara tinggi. Tenangkan diri agar responmu tetap rasional.

2. Dengarkan dengan Sungguh-sungguh
Tunjukkan bahwa kamu mau mendengar pendapat mereka. Ini membuat anak merasa dihargai.

3. Jelaskan Alasanmu
Menurut penelitian oleh Darling (2007) dalam Authoritative Parenting and Adolescent Adjustment bahwa “anak yang diasuh secara otoritatif, yaitu dengan aturan yang jelas tetapi komunikatif, lebih mudah menerima aturan karena memahami alasannya”.

4. Ajarkan Cara Berpendapat dengan Sopan
Jelaskan pada anak bahwa tidak masalah punya pendapat berbeda, tetapi harus disampaikan dengan kata-kata yang sopan.

5. Beri Batasan yang Konsisten
Bersikap tegas tetap penting. Anak harus tahu mana perilaku yang dapat diterima dan mana yang tidak.

Kesimpulan

Anak yang mulai membantah tidak selalu bermasalah. Justru ini kesempatan untuk mengajarkan komunikasi sehat, sopan santun, dan menghargai perbedaan. Dengan pendekatan sabar dan tegas, anak bisa belajar mengungkapkan pendapat dengan cara yang lebih positif.