Anak Malas Belajar? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ketahui penyebab anak malas belajar untuk dapat mengatasinya
Sumber :
  • https://www.freepik.com/free-photo/back-school-cute-child-schoolgirl-sitting-desk-room_9485161.htm

Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Ketika anak malas belajar, tidak jarang orang tua langsung mendaftarkan ke tempat les atau bimbingan belajar untuk mengatasinya. Padahal belum tentu hal tersebut yang dibutuhkan anak untuk menghilangkan rasa malas dan meningkatkan minat belajar.

img_title Cara Membersihkan Cermin Hias Dinding Tanpa Merusak Lapisan Belakangnya

Ada beberapa faktor anak tidak mau belajar, seperti kesulitan memahami materi kompleks dan soal rumit, atau sebaliknya materi kurang menantang atau terlalu mudah. Setiap anak juga memiliki minat pada bidang berbeda sehingga cenderung malas pada pelajaran yang tidak diminati.

Penyebab malas belajar lainnya adalah lingkungan belajar yang tidak nyaman seperti guru galak, bullying, fasilitas tidak memadai, dan sebagainya. Bisa juga anak kelelahan sehingga ingin segera beristirahat atau terlalu banyak gangguan seperti gawai, medsos, suara bising, dan lainnya.

img_title Menjelajahi Dunia Virtual Lewat Game VR

Orang tua perlu mengetahui penyebabnya sehingga lebih mudah mencari solusi paling tepat untuk mengatasi hal tersebut. Berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mulai meningkatkan minat belajar anak.

1. Bangun Komunikasi

img_title Suka Duka Mencari Suku Cadang Original Motor Klasik

Sebelum menyuruh belajar, ada baiknya orang tua mulai membangun komunikasi dengan anak terlebih dahulu. Komunikasi yang baik akan memudahkan orang tua memahami alasan anak tidak mau belajar.

Berikan anak kesempatan menceritakan kendala dalam proses belajarnya dan apa yang diinginkan untuk membantu mengatasi hal tersebut. Hindari untuk menghakimi anak agar tidak takut mengatakan keresahannya.

2. Kenali Gaya Belajar Anak

Orang tua perlu memahami jika gaya belajar anak berbeda-beda, misalnya ada yang lebih menyukai cara membaca, atau suka mendengar, atau langsung praktek. Dengan memahami gaya belajar ini, orang tua bisa memodifikasi materi dan membuat sistem belajar sesuai kebutuhan anak.

3. Menentukan Tujuan Belajar

Tidak jarang anak menganggap belajar hanya sebagai kewajiban, mereka tidak mengetahui makna maupun manfaat dari materi yang sedang dipelajari. Oleh sebab itu, ada baiknya orang tua menentukan lebih dahulu tujuan belajar anak sekaligus mengaitkannya dengan cita-cita maupun minatnya.

4. Menyusun Sistem Belajar

Meningkatkan minat belajar dan rasa tanggung jawab anak, orang tua dapat mengajak menyusun sistem belajar. Dalam hal ini, ajak anak untuk memilih perlengkapan, mengatur ruang belajar, hingga menetapkan jadwal.

Halaman Selanjutnya
img_title