Pat McGrath di Dunia Kecantikan

Pat McGrath
Sumber :
  • https://www.harpersbazaar.com/it/bellezza/make-up/a61981069/intervista-pat-mcgrath-makeup/

Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Semua bermula dari sebuah kuas, sapuan debu emas, dan tatapan setajam pelukis Renaisans. Selama puluhan tahun, Pat McGrath adalah tangan ajaib di balik momen-momen paling tak terlupakan di dunia fashion  dari kilau kulit di peragaan busana Paris hingga editorial majalah yang tampak seperti sihir yang dituangkan ke dalam halaman. Dia bukan sekadar makeup artist; ia adalah pencerita visual yang menggunakan pigmen sebagai bahasanya, kekuatan budaya yang mengubah makeup menjadi pertunjukan agung.

img_title Titanium dan Serat Karbon, Rahasia Motor Listrik Premium

Lahir di Northampton, Inggris, pada tahun 1970 dari ibu imigran asal Jamaika, McGrath tumbuh di rumah tangga di mana kecantikan bukan hanya rutinitas, tapi juga ritual. Ibunya, seorang Saksi Yehuwa yang gemar mengoleksi majalah fashion, selalu mengajarkan McGrath tentang pentingnya warna, tekstur, dan proporsi wajah. "Dia mengajariku cara melihat  benar-benar melihat  warna dan bentuk," ujar McGrath dalam sebuah wawancara tahun 2017. "Kami tak punya banyak uang, tapi kami punya imajinasi."

Meski tak pernah menempuh pendidikan formal dalam bidang tata rias, McGrath dengan cepat menarik perhatian fotografer fashion Edward Enninful di awal 1990-an. Segera setelah itu, wajah-wajah hasil riasannya muncul di i-D, The Face, dan Dazed & Confused  semua menyajikan gaya futuristik dan tak tertandingi yang menjadi ciri khasnya.

img_title Supercar Limited Edition, Mengapa Harganya Terus Naik?

Menjelang akhir dekade ’90-an, McGrath mulai bekerja sama dengan para desainer ternama seperti John Galliano dan Alexander McQueen. Di tangan McGrath, model-model berjalan di runway dengan kelopak mata dari daun emas, bibir bertabur kristal, hingga kulit yang memancarkan kilau logam perpaduan antara keindahan avant-garde dan ketuhanan visual.

Saat Riccardo Tisci memperkenalkan koleksi gothic untuk Givenchy, McGrath menyempurnakannya dengan air mata metalik dan riasan mata bergaya galaksi. “Pat tidak sekadar merias wajah,” ujar Enninful. “Dia menciptakan dunia.”

img_title Honda Gold Wing, Raja Touring dengan Airbag Bawaan

Pada tahun 2004, ia diangkat sebagai Global Creative Design Director untuk Procter & Gamble  posisi yang belum pernah diduduki makeup artist sebelumnya. Dan pada tahun 2015, ia meluncurkan mereknya sendiri: Pat McGrath Labs  bak rumah mode dengan semangat jalanan.

Pat McGrath Labs tidak datang dengan sunyi. Ia hadir di gerai Sephora dengan kemasan emas mencolok, palet eyeshadow berpigmen ekstrem, dan kemasan produk yang menyerupai karya seni. Lini ikonisnya  “Mothership”  dijual dengan harga premium namun ludes dalam hitungan jam.

Setiap produknya adalah perpaduan antara tekstur dan drama: eyeshadow yang meluncur seperti sutra, highlighter berkilau seperti logam cair. Namun lebih dari sekadar makeup, McGrath mengusung filosofi kecantikan yang demokratis. “Kecantikan seharusnya milik semua orang,” katanya kepada Vogue. “Bukan hanya mereka yang elite, bukan hanya satu tipe wajah.”

Kini, merek tersebut bernilai lebih dari $1 miliar, menjadikannya salah satu wirausaha kulit hitam paling sukses di industri kecantikan.

Pengaruh McGrath melampaui sekadar riasan. Ia menjadi simbol representasi dalam industri yang selama ini kurang inklusif. Ia adalah makeup artist pertama yang dianugerahi gelar Dame Commander of the British Empire oleh Ratu Elizabeth II pada tahun 2021  pencapaian luar biasa bagi perempuan kulit hitam dari keluarga kelas pekerja.

Ia juga dikenal karena menyuarakan keberagaman sejak awal, menampilkan model transgender, non-biner, serta berbagai warna kulit sebelum ‘inklusivitas’ menjadi kata kunci industri. “Melihat orang yang mirip denganku tampil glamor di iklan  cantik, kuat  itulah yang dulu kuimpikan,” ucapnya. “Jadi, aku menciptakannya sendiri.”

Meskipun kini terkenal secara global, McGrath tetap pribadi yang tertutup. Ia jarang difoto tanpa kacamata hitam besarnya, dan sering bekerja hingga dini hari di balik panggung, dikelilingi puluhan palet dan tube yang penuh catatan pribadi.

Para desainer tetap berlomba-lomba memanggilnya jauh sebelum musim fashion dimulai. Namun McGrath tidak berhenti. Pada 2023, ia meluncurkan Divine Skin, lini perawatan kulit pertamanya  memperluas visinya tentang kecantikan yang berasal dari dalam.

Di era algoritma dan filter digital, karya Pat McGrath tetap setia pada keajaiban sentuhan manusia. Ia menjadikan wajah sebagai kanvas dan makeup sebagai media seni. Dan ketika tren datang dan pergi, satu hal tetap pasti: Pat McGrath tidak mengikuti tren  dia menciptakannya.

Saat berbicara kepada sekelompok seniman muda, ia berpesan, “Jangan biarkan siapa pun mendiktekan arti kecantikan padamu. Kamu yang menentukan dengan setiap sapuan kuas.”