Anak Terlalu Aktif? Bedakan Antara Energi Tinggi dan ADHD
- https://pixabay.com/photos/girl-shooting-disability-deaf-6041833/
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Banyak orang tua merasa kewalahan menghadapi anak yang seolah tidak pernah kehabisan tenaga. Berlari, memanjat, berbicara terus-menerus, bahkan sulit diam meski hanya beberapa menit. Namun, perlu diingat, anak yang aktif tidak selalu berarti memiliki Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).
Berdasarkan penelitian oleh Barkley (2006) dalam Attention-Deficit Hyperactivity Disorder: A Handbook for Diagnosis and Treatment bahwa “anak dengan ADHD bukan hanya sekadar aktif, tetapi memiliki masalah dalam mengendalikan impuls, memperhatikan instruksi, serta bertahan pada satu aktivitas untuk waktu yang cukup lama”.
1. Aktif Bukan Berarti ADHD
Anak dengan energi tinggi biasanya masih bisa fokus jika aktivitasnya menyenangkan. Mereka hanya terlihat lebih banyak bergerak dibanding teman seusianya.
2. Ciri Anak dengan ADHD
Menurut DuPaul (2011) dalam ADHD in the Schools bahwa “anak dengan ADHD sering terlihat mudah terdistraksi, kesulitan mengikuti instruksi, dan cenderung membuat keputusan impulsif yang berbahaya”. Jika gejala muncul di lebih dari satu situasi, misalnya di rumah dan sekolah, perlu evaluasi lebih lanjut.
3. Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua?
1. Buat Jadwal Rutin
Anak aktif sangat terbantu dengan jadwal terstruktur. Aktivitas terencana membantu mereka lebih tenang.
2. Kurangi Pemicu
Kurangi konsumsi gula berlebih dan hindari situasi yang terlalu ramai jika anak menjadi lebih gelisah.
3. Libatkan Aktivitas Fisik
Penelitian oleh Pontifex (2013) dalam Exercise Improves Attention in Children menunjukkan bahwa “aktivitas fisik seperti berlari atau bersepeda membantu anak mengatur energi berlebih dan meningkatkan fokus”.
4. Konsultasi ke Profesional
Jika orang tua merasa perilaku anak mengganggu aktivitas sehari-hari, segera konsultasikan ke psikolog anak untuk evaluasi.
Kesimpulan
Tidak semua anak aktif berarti memiliki ADHD. Orang tua perlu memahami perbedaan antara energi tinggi dan gejala ADHD agar tidak keliru. Dengan pendekatan tepat, anak bisa tumbuh sehat, aktif, dan bahagia.