Pusing saat Membaca Buku Sejarah, Coba Pakai Tips Ini!
- https://unsplash.com/photos/books-filed-on-bookshelf-hHL08lF7Ikc
Baca dan Telisik Argumen si Penulis
Saat membaca buku sejarah, banyak dari kita yang mungkin merasa pusing saat sudah memasuki bagian inti pembahasan. Kompleksnya pembahasan seringkali membuat kita enggan melanjutkan membacanya. Kira-kira, kenapa hal itu bisa terjadi?
Nah, ini dikarenakan kita seringkali tidak memahami argumen utama utama penulis yang seringkali muncul di bagian pendahuluan dan simpulan. Di bagian pendahuluan misalnya, seringkali dijelaskan mengapa buku ini ditulis atau mengapa suatu peristiwa perlu untuk ditulis. Atau di bagian simpulan, merupakan penegasan argumen si penulis di dalam bukunya.
Ini bukan berarti membaca cukup di bagian awal dan akhir saja. Tidak. Tapi cara ini dilakukan agar kita tidak kebingungan saat memasuki inti pembahasan dan tetap memahami alur tulisannya dengan baik.
Selalu Kritis dalam Membaca
Setiap argumen yang ditulis oleh si penulis, tentu tidak muncul dari ruang hampa. Di samping berlandaskan sumber, juga dipengaruhi oleh interpretasi si penulis. Interpretasi atau pendapat penulis ini seringkali munculin bias.
Untuk itu, teman-teman harus kritis saat membaca. Jika ada kutipan sebagai dasar interpretasi penulis, bisa ditelusuri. Apakah memang seperti itu atau mungkin berbeda. Apakah sumber yang dikutip mengatakan seperti itu atau berbeda.
Biasakan Ditemani Kamus
Seringkali terdapat kalimat yang familiar digunakan saat ini ternyata punya makna berbeda di masa lalu. Sama halnya dengan peristiwa, bahasa juga mengalami perubahan.
Oleh karenanya, penting saat membaca buku sejarah ditemani dengan kamus. Terlebih lagi kamus yang secara spesifik bisa memberi arti dan konteks di masa lalu, seperti Oxford English Dictionary.
Nah, itu tadi tips saat membaca buku sejarah. Tips ini bisa juga diterapkan saat membaca buku lain di luar sejarah. Semoga tips ini tidak membuat pusing teman-teman saat membaca buku sejarah, ya!