Gunbuster, Kisah Epik Tak Lekang Usia

Gunbuster oleh Hideaki Anno, Kazuya Tsurumaki dan Shoichi Masuo
Sumber :
  • https://www.imdb.com/title/tt0098492/mediaindex/

Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – film animasi, khususnya produksi Jepang, tidak jarang sudah termakan umur. Animasi dengan resolusi rendah, kualitas visual, hingga efek suara yang sudah tidak enak lagi untuk didengar melalui telinga. Namun, terkadang beberapa judul bisa lepas dari hal ini dan tetap bisa relevan untuk di tonton di era modern. Salah satu contohnya adalah Gunbuster yang rilis pada tahun 1998. Simak terus artikel ini yang akan mengulas Gunbuster dan mengapa kisahnya masih epik tak lekang usia.

img_title SUV Mewah Termahal dengan Interior Bertabur Berlian dan Kulit Asli

Gunbuster menceritakan mengenai umat manusia yang telah bisa melakukan perjalanan luar angkasa. Namun, ternyata luar angkasa tidaklah kosong. Tiba-tiba saja makhluk-makhluk asing muncul dan menghancurkan apa pun yang ada di depannya. Umat manusia pun memulai pembangunan robot raksasa sebagai upaya melawan makhluk-makhluk tersebut. Noriko Takaya (Maaya Sakamoto), menjadi seorang anak yang termotivasi menjadi pilot pesawat luar angkasa mengikuti ayahnya. Dalam perjalanannya menjadi pilot ini, Noriko terbawa pada sebuah cerita yang tidak ia bayangkan sebelumnya.

Gunbuster sebenarnya merupakan tontonan yang menimbulkan kesan berat untuk ditonton. Hal ini didasari pada tahun rilisnya yang sudah lama. Menimbulkan ekspektasi bahwa kualitas visual yang ada pasti sudah usang, sulit dinikmati. Terkadang, animasi “jadul” pun memiliki tempo penceritaan yang lambat. Hal-hal tersebut semakin menimbulkan kesan berat dalam menonton serial ini.

img_title Titanium dan Serat Karbon, Rahasia Motor Listrik Premium

Namun, nama Hideaki Anno serta Kazuya Tsurumaki menjadi satu-satunya hal yang mendorong dan menimbulkan rasa penasaran pada serial ini. Serial ini pun hanya memiliki episode sebanyak 6 dengan rata-rata durasinya yang sepanjang 20-an menit. Jadi, tidak ada salahnya untuk mencoba serial ini.

Benar saja, kualitas visual yang ada sudah jadul dan “agak” usang. Episode awal pun memiliki tempo cerita yang lumayan membosankan. Kesan yang diberikan ini memberi kekhawatiran pada serial ini. Namun, dengan sedikit paksaan cerita ini pun terus berusaha untuk ditonton.

img_title Supercar Limited Edition, Mengapa Harganya Terus Naik?

Kesan awal yang kurang positif tersebut berangsur membaik seiring semakin jauhnya cerita yang diikuti. Hal ini didasari pada adegan latihan yang ditunjukan dalam ceritanya. Menunjukan Noriko yang berlatih dengan menggunakann robot raksasa. Adegan ini pun tidak hanya menunjukan robot petarung yang saling berlatih begitu juga, namun juga diiringi dengan emosi yang coba dibangun melalui dialog mau pun ekspresi yang diberikan tiap tokohnya. Dari sini pula, serial ini seakan menunjukan sisi yang menjadi kekuatannya. Mengenai dialog dan cerita yang emosional. Penonton akan mengikuti perjuangan Noriko dalam menjadi pilot luar angkasa.

Halaman Selanjutnya
img_title