Ternyata Kucing Suka Kasih Kode! Ini Cara ”Ngomong” ke Kamu
- https://www.freepik.com/free-photo/white-cat-lies-woman-s-knees_1472626.htm
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Bagi pecinta hewan, memiliki peliharaan di rumah rasanya seperti merawat anak sendiri. Jangan heran jika banyak yang menyebut peliharaannya dengan sebutan anabul atau ”anak bulu”.
Istilah populer ini berkembang di Indonesia bukan hanya karena lucu dan menggemaskan, tetapi juga sebagai simbol ikatan emosional antara pemilik dan hewan kesayangannya. Karena bagi pecinta hewan khususnya kucing, Si meong bukan hanya peliharaan. Mereka sudah menjadi bagian keluarga karena adanya ikatan emosional dan bonding terjalin.
Tapi tahukah kamu? Dibalik kesan lucu dan menggemaskan itu, kucing sebenarnya mencoba berinteraksi dan ngobrol dengan pemiliknya lho! Berdasarkan hasil penelitian Dinah Mamila dari Universitas Jambi (2025) mengungkapkan fakta menarik bahwa kucing memiliki bahasa rahasia. Bahasa ini terdiri dari vokalisasi, gesture tubuh, dan mimik atau ekspresi wajah. Yuk pelajari kode Si meong, agar kamu lebih dekat dan memahami apa yang mereka butuhkan.
1. Vokalisasi : Bersuara untuk didengar
Observasi yang dilakukan menunjukkan bahwa vokalisasi adalah yang paling sering digunakan kucing untuk berkomunikasi. Jenis vokal yang paling sering muncul adalah
- Meong : Digunakan untuk minta perhatian, penanda lapar, atau ingin bermain. Nada dan intensitas durasi juga berbeda. Meong yang panjang dan lantang pertanda kucing merasa lapar.
- Desisan : Ini adalah kode keras saat kucing merasa cemas, marah, atau keadaan terancam. Jika mendengar kucingmu sedang berdesis, sebaiknya beri dia ruang untuk sendiri dulu.
- Dengkuran (purring) : Hal ini muncul saat kucing merasa di tempat dan situasi yang nyaman. Frekuensi dengkuran dapat memberi efek yang menenangkan bahkan membantu kucing untuk pulih dari stress.
2. Gesture tubuh : Bukan hanya lucu, ini ada artinya
Kucing termasuk aktif dalam menunjukkan gesture tubuhnya. Dari ekor hingga pergerakan telinga memiliki maknanya sendiri.
- Ekor tegak : Kucing merasa sangat percaya diri dan Bahagia melihat orang sekelilingnya.
- Ekor mengembang dan turun: Sedang berada pada mode waspada, biasanya saat kucing merasa takut dia akan melakukan ini.
- Telinga rata ke arah belakang : Ini sinyal defensif dari kucing saat ia merasa terganggu.