5 Makan Paling Ekstrem di Dunia, Berani Coba?
- https://www.vecteezy.com/photo/3512056-fried-insects-in-the-night-market-street-food-of-thailand
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Jenis makanan yang dikonsumsi sangat bervariasi di seluruh dunia. Saat bepergian ke negara lain tentu bisa dimanfaatkan untuk mencoba kuliner baru.
Alih-alih berburu hidangan yang sudah populer, Anda bisa mencoba kuliner ekstrem yang bisa memberikan pengalaman baru.
Berikut daftar 5 makanan makanan paling unik dan ekstrem di dunia yang mungkin belum pernah Anda coba.
1. Shirako, Jepang
Shirako merupakan masakan Jepang yang terbuat dari kantung sperma berbagai spesies ikan seperti ikan kod, ikan anglerfish atau ikan buntal.
Kata shirako sendiri bisa diterjemahkan menjadi “keturunan putih" dalam bahasa Jepang. Ini mengacu pada tampilan kantung sperma yang berwarna putih susu.
Shirako dihargai karena teksturnya yang lembut dan memiliki cita rasa yang manis dan sedikit asin. Kantung sperma biasanya dipanen selama musim pemijahan ketika kualitasnya sedang prima.
3. Balut, Filipina
Balut adalah jajanan kaki lima yang populer di banyak negara Asia Tenggara, terutama di Filipina. Makanan ini terbuat dari telur bebek yang telah dibuahi, direbus, dan dimakan langsung dari cangkangnya.
Embrio di dalam telur dibiarkan berkembang selama periode tertentu, biasanya sekitar 14 hingga 21 hari, sebelum dimasak.
Untuk memakannya, Anda perlu melubangi bagian atas cangkang, menyeruput cairan lalu mengunyah sisa isinya.
3. Tarantula goreng, Kamboja
Tarantula goreng adalah hidangan unik yang banyak ditemukan di Kamboja khususnya di kota Skuon, Provinsi Kampong Cham.
Meskipun penampilannya tampak menakutkan, tarantula goreng merupakan salah satu hidangan yang wajib dikonsumsi wisatawan.
Tarantula sendiri memiliki makna budaya yang penting di Kamboja karena dianggap sebagai makanan tradisional dan sumber protein bagi masyarakat pedesaan.
4. Sup telur semut, Laos
Hidangan yang juga dikenal sebagai Gaeng Kai Mot Daeng dalam masakan Laos ini adalah sup tradisional yang terbuat dari telur semut merah.
Semut yang digunakan adalah semut rangrang (Oecophylla smaragdina), yang umum ditemukan di wilayah tersebut.
Dalam proses pembuatannya, telur semut direbus dengan berbagai campuran herba dan sayuran lalu ditambahkan kaldu daging atau makanan laut.