Diabetes Bisa Terjadi Tanpa Gejala, Ini Cara Deteksinya
- Artem Podrez
Gaya Hidup, Viva Banyuwangi – Banyak orang mengira diabetes selalu ditandai dengan gejala khas seperti sering buang air kecil atau mudah haus. Padahal, kenyataannya tidak selalu demikian. Diabetes bisa terjadi secara “diam-diam” tanpa gejala yang jelas, bahkan bertahun-tahun tanpa disadari. Kondisi ini dikenal sebagai silent diabetes dan bisa berakibat fatal jika tidak dideteksi lebih awal.
Mengapa Diabetes Bisa Tanpa Gejala?
Diabetes tipe 2, yang paling umum terjadi, berkembang secara perlahan. Menurut penelitian oleh Zimmet (2001) berjudul Global and societal implications of the diabetes epidemic, banyak penderita baru menyadari dirinya mengidap diabetes setelah terjadi komplikasi seperti gangguan penglihatan, infeksi kaki, atau serangan jantung.
Penyebab utama dari kondisi ini adalah resistensi insulin yang meningkat perlahan, membuat tubuh tetap berfungsi meskipun kadar gula darah sudah mulai naik.
Deteksi dini diabetes sangat penting untuk mencegah komplikasi serius. Pemeriksaan kadar gula darah secara berkala adalah langkah paling efektif. Beberapa tes yang dapat dilakukan meliputi:
1. Tes Gula Darah Puasa
Dilakukan setelah berpuasa minimal 8 jam. Jika hasil di atas 126 mg/dL, ini menunjukkan diabetes.
2. Tes HbA1c
Menunjukkan rata-rata kadar gula darah selama 2–3 bulan terakhir. Berdasarkan studi oleh Sherwani (2016) berjudul Significance of HbA1c Test in Diagnosis and Prognosis of Diabetic Patients, nilai HbA1c ≥ 6,5% menandakan diabetes.
3. Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO)
Menguji respons tubuh terhadap gula setelah konsumsi larutan glukosa.
Siapa yang Perlu Tes?
Orang dengan faktor risiko seperti berat badan berlebih, riwayat keluarga diabetes, kurang aktivitas fisik, dan usia di atas 40 tahun sangat disarankan untuk melakukan tes rutin.