Eiichiro Oda, Otak Jenius di Balik One Piece
- https://x.com/gigiincognito/status/1592477829693812737/photo/1
Selebriti, VIVA Banyuwangi – Eiichiro Oda, sang kreator One Piece, adalah sosok yang telah mengubah wajah manga modern. Lahir di Kumamoto, Jepang, pada 1 Januari 1975, Oda kecil bercita-cita menjadi pembuat manga dan kini, namanya dikenang sebagai otak di balik manga paling laris sepanjang masa, dengan lebih dari 516 juta kopi terjual di seluruh dunia.
Bagaimana kisah perjalanan karier dari biang One Piece satu ini? Melansir onepiece.fandom.com pada Kamis, 7 Agustus 2025, berikut kisah epik mangaka yang berhasil membuat simbol keresahan warga Indonesia ini.
Lebih dari Sekadar Kisah Bajak Laut
One Piece bukan hanya cerita tentang petualangan bajak laut. Ia adalah kisah tentang mimpi, kebebasan, dan perlawanan terhadap penindasan tema yang kini terasa sangat relevan dengan kondisi sosial-politik di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
Belakangan, bendera bajak laut One Piece, Jolly Roger dengan tengkorak mengenakan topi jerami muncul di berbagai aksi demonstrasi dan mural jalanan. Tak sedikit masyarakat yang menjadikan simbol ini sebagai bentuk ekspresi keresahan terhadap kekuasaan yang dinilai sewenang-wenang.
Bagi mereka, Luffy dan krunya mewakili semangat rakyat kecil yang menolak tunduk. Dalam dunia One Piece, kekuatan besar bukan selalu kebenaran. Ada pemerintah dunia yang korup, angkatan laut yang represif, dan pahlawan-pahlawan yang justru dikriminalisasi.
Oda & Semangat Melawan Ketidakadilan
Meskipun tak secara langsung menyuarakan politik, Oda menciptakan dunia di mana para karakter utama adalah pemberontak, yang memperjuangkan keadilan dengan cara mereka sendiri. Mereka tidak sempurna, namun selalu berpihak pada yang tertindas.
Nilai-nilai ini yang membuat One Piece begitu lekat dengan berbagai lapisan masyarakat bukan hanya sebagai hiburan, tapi sebagai narasi harapan dan perlawanan.
Dari Asisten Mangaka ke Legenda Dunia
Sebelum jadi maestro, Oda sempat menjadi asisten bagi kreator Rurouni Kenshin, Nobuhiro Watsuki. Debut resminya datang lewat Romance Dawn, yang kemudian berkembang menjadi One Piece dan rilis pada Juli 1997 di majalah Weekly Shonen Jump.
Tak butuh waktu lama, kisah Monkey D. Luffy langsung melejit dan membentuk fanbase fanatik global. Hingga kini, serial ini telah melahirkan lebih dari 100 volume manga, ratusan episode anime, film layar lebar, hingga adaptasi live-action dari Netflix.