Penyebab Cantengan yang Sering Tidak Disadari
- https://www.canva.com/photos/MAFW_otG75Q-pedicure-technician-paints-the-toenails-with-nail-polish-with-br/
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Cantengan atau ingrown toenail adalah kondisi ketika ujung kuku tumbuh ke dalam kulit di sekitarnya. Meski umum terjadi, banyak orang tidak menyadari penyebab cantengan berasal dari kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele. Bila dibiarkan, kondisi ini bisa menimbulkan nyeri, infeksi, bahkan memerlukan tindakan medis.
1. Memotong Kuku Terlalu Pendek
Memotong kuku dengan bentuk membulat dan terlalu pendek sering menjadi penyebab utama. Berdasarkan penelitian oleh Rich (2023) dengan judul “Diagnosis and management of ingrown toenails” bahwa teknik pemotongan kuku yang tidak lurus meningkatkan risiko tepi kuku menembus kulit dan menyebabkan peradangan.
2. Sepatu Terlalu Ketat
Menggunakan sepatu yang sempit, terutama di bagian depan, memberikan tekanan berulang pada jari kaki. Tekanan ini mendorong kuku tumbuh ke dalam, terutama saat kaki berkeringat dan lembap.
3. Trauma Kecil Berulang
Menendang benda keras, terjatuh, atau aktivitas olahraga berulang bisa mengubah arah pertumbuhan kuku. Cedera ringan yang terus-menerus dapat menyebabkan kuku menusuk jaringan kulit.
4. Kelembapan Berlebih
Kaki yang sering basah atau lembap mempermudah kulit menjadi lunak dan lebih mudah ditembus kuku. Hal ini sering terjadi pada orang yang sering memakai sepatu tertutup dalam waktu lama.
5. Struktur Kuku yang Melengkung
Beberapa orang memang memiliki bentuk kuku melengkung alami. Berdasarkan penelitian oleh Kaya (2022) dengan judul “Partial matrix excision for chronic ingrown toenail” bahwa kelengkungan kuku secara genetik dapat menyebabkan cantengan berulang, bahkan tanpa faktor eksternal.
Kesimpulan
Cantengan bisa dicegah dengan memahami kebiasaan yang berisiko. Memotong kuku dengan benar, memilih sepatu yang pas, menjaga kebersihan kaki, dan mengenali bentuk kuku pribadi adalah langkah awal untuk menghindari cantengan yang menyakitkan.