Kapan Cantengan Harus Dibawa ke Dokter?
- https://www.canva.com/photos/MAEGvRkKy8w/
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Cantengan sering dianggap sepele dan bisa diatasi sendiri di rumah. Namun, tidak semua kasus cantengan bisa disembuhkan hanya dengan perendaman air garam atau salep. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memburuk hingga menyebabkan infeksi serius. Jadi, kapan cantengan harus segera dibawa ke dokter?
1. Nyeri Tak Kunjung Reda
Jika setelah beberapa hari perawatan mandiri nyeri tetap terasa hebat dan bahkan makin parah, ini tanda bahwa cantengan sudah menekan jaringan saraf. Berdasarkan penelitian oleh Rich (2023) dengan judul “Diagnosis and management of ingrown toenails” bahwa nyeri persisten disertai bengkak adalah indikator awal dari infeksi jaringan lunak yang memerlukan intervensi medis.
2. Muncul Nanah dan Bau Tak Sedap
Tanda adanya infeksi adalah keluarnya nanah, disertai bau tidak sedap dari area kuku. Ini artinya bakteri sudah berkembang dan tidak cukup hanya dengan salep luar atau rendaman.
3. Bengkak dan Kemerahan Menyebar
Jika kemerahan dan bengkak menjalar ke sekitar jari atau bahkan ke kaki, segera periksakan. Ini bisa jadi awal dari selulitis atau infeksi jaringan bawah kulit.
4. Penderita Diabetes atau Imun Lemah
Bagi orang dengan diabetes, gangguan sirkulasi darah, atau sistem imun rendah, cantengan harus ditangani dokter sejak awal. Berdasarkan penelitian oleh Kaya (2022) dengan judul “Partial matrix excision for chronic ingrown toenail” bahwa pasien dengan penyakit sistemik berisiko tinggi mengalami komplikasi serius dari cantengan ringan sekalipun.
5. Kuku Tumbuh Salah Berulang Kali
Jika cantengan terjadi berulang di tempat yang sama, dokter mungkin akan merekomendasikan prosedur kecil seperti pengangkatan sebagian akar kuku agar tidak kambuh.