Anak Sering Cantengan? Ini 5 Penyebab Umum
- https://www.canva.com/photos/MAFExFm_YOQ-childing-standing-barefoot-on-tree-trunk/
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Cantengan pada anak mungkin terlihat sepele, tapi jika terjadi berulang bisa mengganggu aktivitas dan kenyamanan sehari-hari. Cantengan atau ingrown toenail terjadi saat sisi kuku tumbuh masuk ke dalam kulit, menyebabkan nyeri, bengkak, bahkan infeksi.
Menurut penelitian oleh Rich dan kolaborator (1999) dalam jurnal berjudul Common pediatric foot disorders, cantengan sering kali berawal dari kebiasaan yang tampak sederhana seperti cara memotong kuku atau pemilihan alas kaki.
Berikut lima penyebab umum mengapa anak sering mengalami cantengan:
- Potong Kuku Terlalu Pendek
Memotong kuku terlalu pendek atau membentuk lengkung mengikuti jari dapat mendorong ujung kuku tumbuh ke dalam. Cara yang dianjurkan adalah memotong lurus dan tidak terlalu pendek. - Sepatu Terlalu Ketat
Tekanan dari sepatu yang sempit bisa membuat kuku tumbuh ke arah kulit. Berdasarkan studi oleh Zubovic (2016) berjudul Foot problems in children wearing inappropriate footwear, penggunaan sepatu sempit sangat berkorelasi dengan risiko kuku tumbuh ke dalam. - Keringat Berlebih di Kaki
Kaki yang lembap terus-menerus akibat keringat bisa membuat kulit lunak, sehingga kuku lebih mudah menembus kulit. Ini sering terjadi pada anak-anak yang aktif berlari dan bermain. - Cedera Ringan pada Kuku
Tendangan atau benturan saat bermain bisa melukai kuku dan menyebabkan pertumbuhannya terganggu. Luka kecil yang tidak ditangani bisa berkembang menjadi cantengan. - Kebersihan Kaki Kurang Terjaga
Kotoran dan bakteri yang menumpuk di sela kuku bisa memicu infeksi. Mengajarkan anak mencuci kaki secara rutin adalah langkah pencegahan yang sangat penting.
Kesimpulan
Cantengan berulang pada anak bisa dicegah dengan cara sederhana seperti memotong kuku dengan benar, memilih sepatu yang pas, dan menjaga kebersihan kaki. Jangan anggap sepele, karena jika dibiarkan, cantengan bisa menyebabkan infeksi serius.