Waspadai Microsleep! Bahaya Mengantuk Penyebab Kecelakaan
- https://www.freepik.com/free-photo/young-man-driving-car_13260364.htm
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Saat mengendarai kendaraan di jalan lurus dan sepi, pernahkah kamu mengalami kondisi ”blank” yang tiba-tiba muncul, disertai mata perlahan terasa berat dan kesadaran hilang sejenak. Saat tersadar, kendaraan dalam kondisi berjalan tetapi mulai sedikit keluar dari jalur semestinya. Jika pernah mengalami hal itu, besar kemungkinan kamu baru saja mengalami microsleep.
Apa Itu Microsleep?
Microsleep merupakan sebuah kondisi saat seseorang tertidur hingga hilang kesadaran dalam beberapa detik. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Moorjani & Putranto (2021) diterbitkan oleh Jurnal Mitra Teknik Sipil, menyatakan meski terjadi dengan rengtan waktu yang sebentar microsleep memiliki efek yang berbahaya. Terutama saat mengemudi, mengoperasikan alat berat, hingga aktivitas penting lainnya. Saat mengalami microsleep ”otak” seperti jaringan yang menghubungkan ulang dengan dunia luar. Sehingga orang yang mengalami microsleep tidak menyadari bahwa dirinya sedang tertidur.
Fakta Mengerikan Tentang Microsleep
Penelitian mengungkapkan bahwa pengemudi yang mengalami microsleep, memiliki resiko 11 kali lebih tinggi mengalami kecelakaan. Hal ini dapat dipicu karena kelelahan fisik, kurang tidur, dan kebosanan karena berkendara dalam waktu lama. Dalam berkendara, microsleep sangat berbahaya karena mengancam nyawa. Dengan hilangnya fokus dalam beberapa waktu, pengemudi dapat berpindah jalur, menabrak kendaraan lain, bahkan keluar dari area jalan. Banyaknya kecelakaan fatal disebabkan pengemudi mengalami microsleep tanpa sempat menginjak rem dan menghindar dari bahaya.
Apa Penyebab Microsleep Saat Mengemudi?
Dua penyebab utama penyebab microsleep dalam berkendara:
1. Boredom Proneness (Kecenderungan Mudah Bosan)
Saat berkendara, ternyata juga dapat memicu munculnya microsleep. Saat seseorang berada pada kondisi yang monoton, seperti berkendara di jalan yang lurus dan sepi dalam jangka lama. Otak tidak mendapatkan rangsangan yang membuat terjaga, membuat tubuh otomatis menjadi pasif, dan munculah sinyal kantuk. Ini akan berbahay jika microsleep menyerang, ditambah dengan kondisi tubuh yang kurang istirahat, risikonya jadi semakin berlipat ganda.
2. Kemudahan Tertidur (Sleepiness)
Kondisi sleepiness adalah kondisi yang dialami orang yang kurang waktu tidur, muncul kelelahan fisik, dan sedang dalam kondisi tidak fokus. Saat sedang menyetir, sleepiness menjadi berbahaya karena membuat tubuh dalam fase microsleep meski mata masih terbuka. Pengemudinya tidak menyadari tengah mengalami microsleep hingga hilang kendali saat mengemudi.