Kucing Tidak Menganggap Manusia Sebagai Manusia! Melainkan Sebagai Sosok Ini!
- https://www.freepik.com/free-photo/cute-cat-sitting-garden_9283433.htm
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Kucing Menganggap Kita Seperti Kucing Lain.
Kucing cenderung memperlakukan manusia layaknya sesama kucing meskipun kita jauh lebih besar, komunikasi kucing-manusia terlihat saat mereka memijat, merapikan bulu, bermain, dan menggosok-gosokkan tubuh kita, sama seperti interaksi mereka dengan sesama kucing. Saat kucing bergulat dengan tanganmu hingga terasa sakit, mereka biasanya tidak bermaksud menyakiti, itu hanya bagian dari perilaku kucing yang mirip seperti bermain dengan kucing lain.
Kucing Melihat Kita Mirip Induk
Kucing membentuk ikatan emosional kuat sebagai hewan peliharaan. Orang yang memberi makan, bermain, dan merawat mereka sering diperlakukan seperti induk. Meskipun mungkin mereka bisa membedakan kita dari si induk asli lewat feromon, cara pengasuhan kita membuat mereka memperlakukan kita seolah seorang induk. Layaknya hubungan keibuan non-biologis pada manusia. Sebuah studi tahun 2019 menunjukkan bahwa ikatan kucing dan manusia serupa dengan keterikatan bayi pada pengasuhnya, memperkuat bahwa kucing itu sosial dan peduli terhadap pemiliknya.
Dikutip dari laman Healthy Paws Pet Insurance, Para peneliti menemukan bahwa kucing lebih rileks dan puas di sekitar manusia, tetapi lebih waspada di sekitar orang asing.
Kucing Kenali Isyarat Sosial dan Emosi Kita
Kucing mampu membaca beberapa isyarat visual dan suara yang kita tunjukkan, seperti ketika kita menunjuk sesuatu. Seperti anjing dan kuda domestik, kucing juga mengenali emosi manusia, kemampuan yang berkembang karena loyalitas hidup berdampingan dengan manusia. Sebagai hewan peliharaan yang baru didomestikasi relatif terhadap anjing, proses adaptasinya masih berlangsung; kucing memahami manusia melalui pengamatan terhadap ekspresi wajah dan nada suara mereka yang mencerminkan emosi seperti senang atau marah.
Dikutip dari laman Feliway, Penelitian telah menunjukkan bahwa kucing memang bisa merasakan emosi, Kucing dapat membedakan berbagai kondisi emosi, seperti saat pemiliknya senang atau saat mereka marah.
Sebuah studi menemukan bahwa kucing yang menghabiskan waktu bersama pemiliknya, menunjukkan perilaku kucing yang lebih positif saat pemiliknya senang dibandingkan saat pemiliknya marah. Perbedaan ini tidak terjadi saat berinteraksi dengan orang yang tidak mereka kenal. Hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya ikatan antara kucing dan manusia, tidak hanya akan membantu Anda lebih memahami mereka, tetapi juga akan membantu mereka memahami Anda. Kucing memahami manusia secara emosional dan sosial. Sungguh menarik.