Inilah Fakta Menarik, Sejarah Es Batu di Indonesia
- https://www.freepik.com/free-photo/top-view-ice-cubes-still-life_42621217.htm
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Tahukah kamu? Es batu pada masa Hindia Belanda merupakan barang langka dan mewah. Es batu hanya dapat dinikmati oleh para kaum bangsawan dan elite. Perjalanan es batu di Indonesia ternyata memiliki jejak sejarah yang menarik dan telah mengalami perubahan sosial secara signifikan. Berikut adalah fakta menarik lain dari sejarah es batu Indonesia.
1. Es Pernah Diimpor dari Amerika!
Untuk pertama kalinya, pada tahun 1846 saat itu masyarakat Hindia Belanda kedatangan es batu impor dari Boston, Amerika Serikat. Es batu ini langsung menjadi perbincangan dimana-mana. Bagaimana tidak, negara tropis yang cuacanya panas kedatangan balok-balok es dingin yang di angkut menggunakan kapal. Tentu ini menjadi fenomena dan mencuri perhatian banyak orang.
2. Es Buatan dari Penemuan Medis
Di tahun 1844, alat untuk membuat es mulanya dirancang untuk menyejukkan ruangan bagi pasien di Rumah Sakit. Penciptanya ialah dokter asal Amerika Serikat bernama John Gorrie. Tujuan alat ini untuk menurunkan suhu ruangan bagi pasien-pasiennya yang menderita demam tropis saat itu. Tak disangka ternyata alat yang diciptakannya akan mencetak sejarah di mana es batu bermunculan.
3. Dijuluki "Si Batu Kristal Putih"
Saat itu es menjadi simbol kemewahan dan modernitas. Bahkan es batu dianggap sebuah keajaiban, hingga diberi sebutan ”batu putih kristal”. Masyarakat lokal begitu mengagumi benda dingin ini, karena saking mewahnya.
4. Harga Selangit, Hanya untuk para elit
Harga es batu pada masa itu sangat luar biasa mahal. Harganya sekitar 10 Gulden per 500 gram, sehingga hanya bangsawan, pejabat kolonial dan orang eropa yang mampu membelinya. Rakyat biasa hanya mampu membaca dari koran atau cerita dari mulut ke mulut. Hal ini menjadi ketimpangan daya beli saat itu.
5. Munculnya Pabrik Es Lokal Pertama
Akhir abad ke-19, dengan mulai masuknya teknologi di Hindia Belanda bermunculanlah pabrik es lokal. Pabrik-pabrik itu menggunakan teknologi refrigerasi ammonia yang diimpor dari Eropa. Sehingga pasokan es batu tidak lagi bergantung pada impor luar negeri.
6. Inilah Tokoh Penting di Balik Industri Es, Kwa Wan Hong