Pepper X Jadi Cabai Terpedas di Dunia, Habis Makan Bisa Bikin Kram
- https://e3.365dm.com/23/10/2048x1152/skynews-pepper-hottest-world_6325340.jpg?20231018091248
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Bagi penggemar cita rasa pedas, tentu senang menambahkan cabai saat mengonsumsi makanannya.
Meskipun demikian, penyuka pedas mungkin akan berpikir ratusan kali jika diminta untuk mencampurkan Pepper X ke dalam makannya.
Pasalnya, cabai ini telah secara resmi dinobatkan sebagai cabai terpedas di dunia oleh
Guinness World Records pada tahun 2023 lalu.
Tingkat kepedasan Pepper X berhasil mengalahkan rekor yang dipegang sebelumnya oleh cabai Carolina Reaper.
Kedua varietas tersebut diciptakan oleh breeder asal Amerika Serikat, Ed Currie. Ini berarti ia telah memecahkan rekornya sendiri.
Pepper X telah menjadi obsesinya selama satu dekade. Butuh 10 tahun baginya untuk membawa Pepper X, dari percobaan persilangan pertama hingga mencapai rekor.
Menurut Currie, Pepper X merupakan hasil persilangan antara Carolina Reaper dan salah satu jenis cabai yang dikirm dari Michigan.
"Saya merasakan panas selama tiga setengah jam. Lalu kramnya datang. Kram itu mengerikan. Saya terbaring di dinding marmer selama kurang lebih satu jam di tengah hujan, mengerang kesakitan,” ungkap Currie soal pengalamannya usai mengonsumsi Pepper X.
Jika Carolina Reaper berwarna merah cerah, Pepper X berwarna kuning kehijauan. Tampilannya tidak terlalu menarik dan terasa seperti tanah telah pedasnya tersalurkan.
Tingkat kepedasan cabai diukur dalam satuan Scoville, yakni skala yang didasarkan pada konsentrasi capsaicin. Skala nol berarti hambar dan cabai jalapeno memiliki tingkat kepedasan sebesar 5.000 unit.
Habanero punya tingkat kepedasan 100.000 unit. Sementara itu, Carolina Reaper sebanyak 1,64 juta unit. Rekor kepedasan Pepper X mencapai 2,69 juta unit.