7 Kebiasaan Berbeda yang Membangun Suksesmu

Membaca buku untuk upgrade diri
Sumber :
  • https://pixabay.com/id/photos/buku-membaca-baca-relaksasi-santai-791824/

Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Hidupmu datar saja dan membosankan? Kamu jenuh dengan dirimu sendiri? Eeit, ayo segera bangkit. Ubah kebiasaanmu selama ini dengan yang baru.

img_title Memulai Hobi Mendaki? Ini Peralatan yang Wajib Kamu Bawa

Ada 7 kebiasaan berbeda yang dapat membangun suksesmu. Pahami dan lakukanlah.

img_title Rahasia Lolos Beasiswa Unggulan Kemendikbud 2026, Dari Esai hingga Wawancara

1. Fokus Pada Tujuan

Ada dua orang ingin menjadi penulis terkenal. Orang pertama, setiap hari menghabiskan waktu dengan sroll sosmed, nonton film, dan ikut-ikut drama pertemanan. Sementara itu, kamu justru pakai waktu luangmu untuk riset, menulis satu bab setiap hari, dan ikut workshop kepenulisan. Setelah setahun, kamu sudah punya naskah yang siap dikirim ke penerbit. Sementara orang pertama, masih sibuk dengan banyak dramanya.

img_title Cara Membuat Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah, Wangi dan Ramah Lingkungan

2. Jangan Melepaskan Ibadah

Sesibuk apa pun, ibadah adalah prioritas. Saat ibadahmu teratur, hal lain akan ikut rapi. Contoh:

Seorang desainer grafis yang sibuk, sering mengabaikan salat lima waktu karena deadline. Akibatnya, pekerjaannya sering tidak selesai tepat waktu, banyak revisi dan merasa stres. Sebaliknya, seorang desainer yang lain, saat azan berkumandang langsung berhenti dari pekerjaannya untuk salat. Setelah itu, ia merasa segar, lebih fokus dan ide-idenya mengalir lebih lancar. Hasil kerjanya lebih rapi dan selesai sesuai jadwal.

3. Jangan Berhenti Belajar

Upgrade diri itu investasi. Contoh:

Di kantormu ada seorang rekan kerja yang sudah nyaman posisinya. Ia menolak belajar software baru, tidak mau ikut pelatihan dan selalu mengandalkan cara lama. Sementara itu, kamu selalu meluangkan waktu untuk belajar skill baru. Seperti mengikuti kelas online tentang digital marketing atau coding. Saat perusahaan melakukan restrukturisasi dan butuh karyawan dengan skill baru, kamu jadi orang pertama yang dipromosikan. Rekanmu justru jadi terancam posisinya.

4. Disiplin Itu Keren

Konsisten lebih penting daripada motivasi. Contoh:

Ada orang ingin lari marathon. Sejak awal ia termotivasi. Ia beli perlengkapan terbaik. Tetapi hanya lari seminggu sekali dan itu pun kalau mood-nya bagus. Di sisi lain, kamu tidak pernah pamer dan lari setiap pagi meskipun hanya 15 menit. Setelah beberapa bulan, orang yang termotivasi masih kesulitan lari 5 km. Sementara kamu sudah bisa menyelesaikan maraton penuh.

Halaman Selanjutnya
img_title