Asal Usul dan Perkembangan Handuk Legend Good Morning di ASEAN
- https://www.spot.ph/newsfeatures/the-latest-news-features/82635/good-morning-towel-origins-a4362-20200625
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Hayo, siapa di antara kalian yang pernah lihat atau merasa familiar dengan handuk Good Morning? Handuk ini memiliki ciri-ciri khusus yang membuatnya terlihat ikonik, lho! Handuk ini terbuat dari bahan katun 100% yang halus dan lembut, sehingga mampu menyerap air dan keringat dengan baik. Handuk dengan ukuran sekitar 70 x 30 cm ini berwarna putih polos tanpa adanya motif tambahan, serta memiliki potongan non-jahit dari pabrik sehingga membuatnya terlihat sederhana. Kainnya juga bersifat ringan dan tipis, sehingga sering kali digunakan sebagai handuk wajah, penutup kepala, ataupun handuk olahraga. Yuk, saatnya kita ketahui asal-usul handuk legend ini!
Berasal dari Negeri China
Handuk Good Morning telah muncul sejak abad ke-19 di Tiongkok, sebelum pada akhirnya mulai menyebar ke negara ASEAN. Menurut Selly Gouw (@sellygouw), seorang lifestyle dan education content creator yang terkenal dengan konten tentang budaya China, handuk ini melambangkan kerja keras dan perjuangan, khususnya bagi generasi pertama Tionghoa. Pada awal tahun 1800-an, handuk ini digunakan oleh para supir truk, pedagang kaki lima, tukang cukur, pekerja bangunan, dan sejumlah profesi lainnya untuk mengelap keringat di kening mereka usai bekerja keras.
Terdapat Simbol dan Tulisan Hanzi Berwarna Merah
Pada handuk Good Morning ini terdapat tulisan merah berbunyi “祝君早安 (zhù jūn zǎo ān)” yang artinya "Selamat Pagi." Handuk ini juga ditandai dengan karakter Cina 合 yang berarti "harmoni" serta angka merah "96" sebagai kode pabrikan untuk membedakan ukuran dan nilai kisaran handuk.
Perkembangan Handuk Good Morning di Indonesia
Sampai saat ini, handuk Good Morning masih sangat populer dan banyak dijual di berbagai platform e-commerce, seperti Shopee, Tokopedia, dan Lazada. Tipe handuk ini juga semakin bervariasi, tidak lagi sekadar berbahan katun dengan warna putih polos. Terdapat varian lain yang menggunakan bahan dasar microfiber modern, sehingga memiliki kemampuan daya serap yang lebih baik dan menawarkan tekstur kain yang halus dan ramah untuk kulit sensitif. Di pasaran, handuk ini dibanderol dengan harga mulai dari Rp 4.000-an untuk satuan handuk polos hingga puluhan ribu rupiah untuk tipe kain premium atau pack multipack.