Ketika Piring Lebih Populer dari Rasa di Era Media Sosial

Piring mendapat sorotan, sementara rasa kehilangan perhatian.
Sumber :
  • https://www.freepik.com/free-ai-image/people-creating-food-content-upload-internet-food-lovers_187448505.

Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi –Di era media sosial, makanan tidak lagi sekadar untuk disantap, tetapi juga untuk dipamerkan. Piring yang tertata indah bisa mendapat perhatian lebih besar daripada rasa yang sebenarnya, seolah kenikmatan lidah harus mengalah pada estetika layar.

img_title Bukan Cuma Karnaval, Kota Probolinggo Punya Ambisi Besar soal Mangga

Kenikmatan yang Terkikis oleh Foto

Foto makanan memang tampak menggoda, namun sebuah penelitian  menunjukkan bahwa visual ini bisa mengubah cara kita menikmati hidangan. Sebuah studi di International Journal of Allied Health Sciences tahun 2020 menemukan bahwa melihat gambar makanan di media sosial, terutama Instagram, mampu memengaruhi persepsi rasa. Mahasiswa yang terpapar foto-foto makanan melaporkan bahwa larutan gula yang mereka minum terasa lebih manis dibandingkan kelompok yang tidak melihat gambar makanan sama sekali. Temuan ini membuktikan bahwa visual bisa “menipu” otak, menciptakan ekspektasi rasa yang tidak selalu sesuai dengan kenyataan. Lebih lanjut, tinjauan ilmiah di Frontiers in Psychology tahun 2021 menyoroti bagaimana kebiasaan memotret makanan berulang kali justru dapat mengurangi keterlibatan indra lain seperti aroma, rasa, dan suasana. Ketika perhatian terlalu terfokus pada kamera, pengalaman makan menjadi lebih dangkal karena yang ditonjolkan hanya aspek visual semata.  Kedua penelitian ini mengingatkan kita bahwa meskipun foto makanan bisa memperkaya tampilan dan menimbulkan antisipasi, ada risiko bahwa rasa asli justru tersisih. Pada akhirnya, kenikmatan makan seharusnya tetap lahir dari pengalaman nyata di lidah, bukan dari imajinasi visual semata.

img_title Lupa Bawa Surat Kendaraan, 2 Anggota Polres Probolinggo Ikut Kena Tilang

Menunggu Sedikit, Rasa Bisa Lebih Nikmat

Tidak semua dampak kamera bersifat negatif. Penelitian dari Journal of Consumer Marketing menunjukkan bahwa memotret makanan sebelum menyantapnya dapat meningkatkan kenikmatan rasa, terutama pada hidangan manis atau berlemak. Mengatur posisi piring, mengambil gambar, lalu menatap makanan sejenak menciptakan rasa penasaran yang memperpanjang antisipasi. Saat makanan akhirnya disantap, sensasi yang muncul terasa lebih kuat. Dalam hal ini, kamera tidak lagi sekadar alat dokumentasi, melainkan bumbu tambahan yang membuat pengalaman makan semakin berkesan.

img_title Sumpah Pemuda di Lapas Probolinggo, Mengapa Pesan tentang Masa Depan Jadi Sorotan?

Budaya Foodstagram dan Ekspektasi Rasa

Fenomena memotret makanan telah melahirkan budaya baru yang populer di media sosial. Restoran kini berlomba-lomba menyajikan plating yang cantik dan dekorasi ruangan yang Instagramable. Tampilan visual sering kali lebih diperhatikan daripada rasa. Tidak jarang, pelanggan memilih tempat makan bukan karena enaknya hidangan, melainkan karena potensi tampilannya di media sosial.

Halaman Selanjutnya
img_title