Siswa SMAN 2 Situbondo Gelar Aksi Buntut Tindakan Kepsek Tebang Pohon di Lingkungan Sekolah
- Zulfah Ulyah Kartika/ VIVA Banyuwangi
Situbondo, VIVA Banyuwangi –Ribuan siswa SMA Negeri 2 Situbondo (SMADA) menggelar aksi protes atas tindakan kepala sekolah yang menebang pohon di lingkungan sekolah, termasuk area hutan SMAN 2 Situbondo.
Aksi protes tersebut berlangsung di halaman sekolah pada Senin, 25 Agustus 2025. Pemicunya adalah penebangan pohon dilakukan secara sepihak oleh kepala sekolah tanpa pemberitahuan kepada para guru maupun murid.
Sambil berpanas-panasan, para murid berseragam putih abu-abu berkumpul dengan membawa beberapa poster bertuliskan kecaman terhadap kepala sekolah sambil menyuarakan kekecewaannya.
Mereka meminta kepsek SMAN 2 Situbondo, Saiful Bahri memberi klarifikasi atas tujuan dari penebangan pohon dan menuntut tanggung jawabnya.
Atas tindakan sepihak kepala sekolah tersebut, para siswa mendesak Saiful Bahri yang menjabat sebagai kepsek SMAN 2 Situbondo sejak 20 Mei 2025 untuk dimutasi.
“Menebang pohon yang bukan milik pribadi kan ngga boleh. Pohon yang ditebang itu ada di area hutan sekolah,” ujar Ridla, seorang murid yang mengikuti aksi protes.
Para siswa menilai penebangan pohon sangat disayangkan, mengingat SMAN 2 Situbondo memegang status sebagai Sekolah Adiwiyata.
“Kalau pohonnya ditebang kan status adiwiyatanya dipertanyakan. Untuk alasan keamanan kan bisa dikoordinasikan, atau misal estetika, selalu ada cara lain yang bisa dilakukan misal pemangkasan atau pemindahan pohon. Tidak serta merta digunduli,” lanjut Ridla.
Kecaman tidak hanya berasal dari pihak siswa tapi juga alumni. Para alumni SMADA bahkan telah mengajukan protes sejak penebangan pohon dimulai pertama kali pada Minggu, 10 Agustus 2025.
Jumlah pohon yang ditebang diperkirakan mencapai belasan dengan diameter masing-masing batang pohon 20-25 cm. Diduga, pohon yang telah ditebangi tersebut batang kayunya akan dijual.
“Tidak ada jaminan uang hasil penjualannya akan masuk ke kas sekolah. Lagipula harusnya dari awal ada transparansi dan kesepakatan dari semua pihak,” ujar salah satu siswa saat sesi penyampaian aspirasi.