4 Tips Membangun Relasi yang Tepat dan Kukuh
- https://pixabay.com/id/photos/kepercayaan-pengaturan-3031679/
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Pernahkah kamu merasa kalau membangun relasi itu melelahkan? Kamu datang ke acara, bertukar kartu nama, tapi setelah itu tidak ada kelanjutannya. Usaha terasa sia-sia saja bukan?
Semua itu berawal dari kesalahan niat. Dilansir dari Day To Day Habit di Instagram, kamu datang berniat untuk mengambil keuntungan dari orang lain, bukan untuk saling membangun atau memberi keuntungan. Kamu berpikir, "Manfaat apa yang bisa kudapatkan dari orang ini?" Padahal koneksi yang kuat, dibangun di atas nilai dan kepercayaan, bukan sekadar basa-basi lalu meminta sesuatu.
Guna mendapatkan koneksi jaringan atau relasi yang kuat, coba lakukanlah prisnsip-prinsip ini.
1. Jadilah Pemberi Nilai
Jangan datang dengan tangan kosong. Ubahlah niatmu dengan pertanyaan, "Apa yang bisa bantu?" Pelajari tujuan orang itu, cari tahu di mana kamu bisa membantunya, dan berikan kontribusi tanpa pamrih.
Contoh:
Saat bertemu kenalan baru yang sedang merintis usaha kafe, alih-alih langsung meminta dia mempromosikan produkmu, tawarkan bantuanmu.
-"Saya punya teman yang jago branding, apa kamu mau saya kenalkan?"
-"Saya lihat di medsos, promosi visual kafenya bisa lebih menarik. Mau saya bantu beri masukan?"
Dengan begitu, kamu membangun nilai dan menunjukkan ketulusan. Orang yang tepat akan melihat usahamu. Mereka akan membantumu naik level.
2. Kuasai Seni Mendengarkan
Orang yang bernilai tinggi akan mendengarkan, memahami dan merespon dengan niat yang jelas. Banyak orang hanya menunggu giliran bicara. Mereka sibuk menyusun respons di kepala alih-alih benar-benar mendengarkan.
Coba terapkan aturan 80/20: dengarkan 80%, bicara 20%. Ajukan pertanyaan yang mendalam dan tulus. Buat lawan bicaramu merasa benar-benar didengarkan dan dipahami. Ini adalah cara tercepat untuk membangun kepercayaan.
3. Membangun Relasi untuk Jangka Panjang
Relasi sejati tidak dibangun dalam semalam. Butuh waktu untuk memupuk kepercayaan. Teruslah jalin komunikasi, follow up, dan tawarkan bantuan bahkan saat kamu tidak membutuhkan apa pun dari mereka. Tunjukkan bahwa kamu peduli.
Contoh:
Setelah beberapa waktu, kirim pesan singkat pada kenalanmu.
- "Hei, bagaimana kabar kafe barumu? Semoga lancar ya!"