Hubungan Cokelat Dengan Kinerja Fungsi Otak Manusia
- https://www.freepik.com/free-photo/dark-chocolate-bar-wrapped-golden-foil-paper-white-backdrop_3115087.htm
Kesehatan, VIVA Banyuwangi – Cokelat dan Otak, Benarkah Bisa Meningkatkan Fungsi Kognitif?Tahukah Anda bahwa negara-negara dengan tingkat konsumsi cokelat yang tinggi juga memiliki jumlah penerima Hadiah Nobel lebih banyak? Hal ini pernah disampaikan dalam sebuah studi tahun 2012 yang terbit di New England Journal of Medicine. Meski bisa saja hanya kebetulan, temuan itu memunculkan pertanyaan menarik: mungkinkah cokelat benar-benar berpengaruh pada kecerdasan dan fungsi otak? Sebuah ulasan penelitian terbaru mencoba merangkum bukti yang ada dan menyimpulkan dengan jawaban “mungkin”.
Menjaga kesehatan otak seiring bertambahnya usia
Fungsi otak merupakan aspek penting yang harus dijaga, terutama ketika usia semakin menua. Penyakit yang memicu demensia, seperti Alzheimer, stroke, maupun Parkinson, semakin umum ditemukan pada kelompok usia lanjut.
Dikutip dari laman hellosehat, Beberapa penelitian juga telah menemukan fakta bahwa konsumsi cokelat secara rutin bisa memperbaiki fungsi kognitif pada pasien dengan gangguan kognitif ringan (mild cognitive impairment). Adapun gangguan kognitif ringan ini merupakan kondisi yang sering berkembang menjadi demensia atau pikun, termasuk penyakit alzheimer.
Prediksi menunjukkan bahwa kasus demensia akan meningkat tajam dalam beberapa dekade mendatang seiring bertambahnya populasi lanjut usia. Sayangnya, meskipun riset sudah dilakukan selama puluhan tahun, hingga kini belum ada pengobatan yang benar-benar efektif untuk mengatasi kondisi tersebut. Karena itu, langkah pencegahan menjadi pilihan utama.
Dokter umumnya menyarankan kebiasaan hidup sehat untuk melindungi otak, misalnya rutin berolahraga, mengatur pola makan bergizi, menjaga tekanan darah tetap normal, menghindari rokok, serta membatasi alkohol. Aktivitas seperti mengerjakan teka-teki atau permainan kata memang sering dianggap sebagai “latihan otak”, tetapi penelitian belum mampu membuktikan secara kuat bahwa hal itu benar-benar bisa menjaga fungsi kognitif jangka panjang. Begitu juga dengan suplemen atau makanan tertentu yang diyakini dapat memperlambat penurunan fungsi otak, hasilnya masih belum konsisten dan belum bisa dijadikan acuan utama.
Hubungan cokelat dan fungsi otak
Sebuah tinjauan ilmiah yang dipublikasikan dalam Frontiers in Nutrition pada Mei 2017 meneliti apakah flavanol, senyawa yang banyak terkandung dalam cokelat hitam dan kakao, bisa memberikan manfaat bagi otak. Flavanol sendiri merupakan bagian dari flavonoid, zat alami dalam tumbuhan yang diketahui memiliki efek antioksidan dan antiinflamasi. Hasil analisis menunjukkan beberapa temuan menarik: