Bahaya Perkataan Ibu Tentang Anak
- https://pixabay.com/id/photos/ibu-anak-perempuan-tertawa-keluarga-937038/
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Seorang ibu ketika ngobrol dengan temannya, mengucapkan kalimat berikut, "Duh, anakku tuh enggak bisa apa-apa kalau enggak ada aku.” Mungkin niat ibu itu hanya bercanda, tapi perkataan itu bisa masuk ke alam bawah sadar si anak lho.
Ucapan dan Perlakuan Sebagai Kebenaran
Dilansir dari Instagram Christina Lee, bagi anak secara neuro science, otak anak merekam ucapan dan perlakuan ibunya sebagai kebenaran. Karena sosok ibu merupakan sosok utama dalam hidupnya. Ucapan "anakku enggak bisa apa-apa" akan membuat anak-anak percaya bahwa mereka memang tidak bisa apa-apa tanpa ibunya. Alhasil, mereka akan tumbuh menjadi sosok yang tidak mandiri dan terus bergantung pada ibunya.
Ucapan Menjadi Frekuensi
Bagaimana jika hanya pernah sekali diucapkan dan anak tidak mendengarnya? Sekalipun hanya diucapkan satu kali, apalagi jika berulang kali, itu akan menjadi frekuensi dan getaran yang diterima oleh semesta dan anak itu sendiri. Secara hukum energi, begitu kalimat itu keluar menjadi frekuensi. Frekuensi tidak membutuhkan kabel, tidak membutuhkan telinga untuk sampai. Karena hubungan ibu dan anak itu memiliki kabel vibrasi yang tersambung. Semesta akan bekerja sesuai ucapan itu dan anak pun akan memiliki mentalitas yang pasif.
Contoh di kehidupan sehari-hari:
Situasi: Anakmu ingin mencoba membuat telur dadar sendiri, tapi kamu langsung bilang, "Ah, kamu kan enggak bisa, nanti berantakan. Biar Bunda saja."
Dampaknya: Anakmu akan langsung percaya bahwa dia tidak mampu, bahkan untuk hal sederhana. Ketika dewasa, dia mungkin akan takut mencoba hal baru karena selalu merasa tidak bisa.
Tips Anak Menjadi Kuat dan Rejekinya Lancar
Jika seorang ibu ingin anak menjadi kuat dan rejekinya lancar, ubahlah kebiasaan ibu dari sekarang dengan cara-cara ini:
1. Stop bercanda berlebihan.
Pilah mana bercanda, mana serius. Otak anak tidak bisa membedakannya.
2. Berhenti jadi penolong permanen.
Jangan membiasakan menjadi penolong setiap kali anak mendapat kesulitan. Tekankan untuk anak dapat mengatasi persoalannya.
3. Mulailah ucapkan kalimat positif dan menguatkan.
Contoh kalimat seperti: "Kamu pasti bisa," atau "Ayo coba lagi, Bunda bantu," dan "Bunda percaya sama kamu."