Transportasi Darat yang Ramah Lingkungan, Solusi untuk Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Asap Kendaraan Salah Satu Penyebab Emisi Gas Rumah Kaca
Sumber :
  • https://pixabay.com/id/photos/polusi-lingkungan-dengung-udara-4796858/

Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Isu perubahan iklim merupakan isu yang cukup santer dibicarakan akhir-akhir ini, dan bahkan menjadi perhatian dunia.  Salah satu penyumbang perubahan iklim diantaranya adalah sektor transportasi. Khususnya transportasi darat.  Berdasarkan laporan International Energy Agency (IEA, 2022), transportasi menyumbang sekitar 24% emisi CO₂ global, dengan 75% di antaranya berasal dari transportasi darat seperti mobil pribadi, bus, dan truk. Karena itu, inovasi transportasi darat yang ramah lingkungan menjadi solusi penting untuk mengurangi dampak buruk terhadap bumi.

img_title Memulai Hobi Mendaki? Ini Peralatan yang Wajib Kamu Bawa

Transportasi darat merupakan salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca (GRK) di dunia.  Emisi GRK yang dihasilkan dari transportasi darat dapat menyebabkan perubahan iklim, yang berdampak pada lingkungan dan kesehatan manusia. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengurangi emisi GRK dari transportasi darat dengan mengembangkan transportasi darat yang ramah lingkungan. Selama beberapa decade transportasi darat yang bahan bakar fosil bensin atau solar mendominasi aktivitas manusia. Kendaraan bermotor menghasilkan karbon dioksida (CO₂), nitrogen oksida (NOₓ), dan partikulat (PM2.5) yang berkontribusi pada pencemaran udara dan perubahan iklim.

Di Indonesia, menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK, 2021), sektor transportasi menyumbang sekitar 27% dari total emisi karbon nasional.  Selain emisi  GRK, kemacetan pun memperparah keadaan.

img_title Rahasia Lolos Beasiswa Unggulan Kemendikbud 2026, Dari Esai hingga Wawancara

Konsep Transportasi Darat yang Ramah Lingkungan

Konsep transportasi darat yang ramah lingkungan adalah meminimalisir dampak negative yang akan berefek buruk pada lingkungan. Konsep ini mencakup :

img_title Cara Membuat Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah, Wangi dan Ramah Lingkungan

1.  Penggunaan energi terbarukan (misalnya listrik dari tenaga surya atau angin).

2. Efisiensi bahan bakar pada kendaraan.

 

3.Pengembangan transportasi publik yang terintegrasi.

4.Inovasi kendaraan rendah emisi, seperti mobil listrik dan sepeda berbasis baterai.

5. Pola hidup berkelanjutan, misalnya beralih ke transportasi non-motor seperti sepeda.

Contoh transportasi darat yang ramha lingkungan adalah :  Berjalan kaki, bersepeda, kendaraan Listrik, Transportasi public masal,  carpooling atau ride sharing ( berbagi kendaraan Bersama).

Manfaat transportasi  yang ramah lingkungan adalah :

1. Meningkatkan kualitas udara lebih baik sehingga menurunkan resiko penyakit pernapasan

2. Menurunkan emisi gas rumah kaca  sehingga menekan laju perubahan iklim

3. Hemat energi, kendaraan Listrik lebih hemat energi disbanding kendaraan bahan bakar fosil

Halaman Selanjutnya
img_title