Kesegaran Eksotis Dawet Ireng, Minuman Tradisional Purworejo yang Tak Lekang Waktu

Dawet Ireng, Si Hitam Manis Pelepas dahaga
Sumber :
  • https://portal.uns.ac.id/javanologi/wp-content/uploads/sites/26/2022/11/Dawet-ireng.jpg

Kuliner, VIVA BanyuwangiIndonesia Adalah surga bagi dunia kuliner. Beraneka ragam kuliner tersebar dari Sabang  sampai Merauke.  Salah satunya kuliner khas Purworejo, yaitu dawet ireng.  Minuman khas Purworejo dengan nama dawet ireng ini begitu nikmat dan menggugah selera.  Apalagi jika ditambah dengan es  batu. Menambah segar dan lezat kuliner ini. Minuman ini bukan hanya sekadar pelepas dahaga, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang melekat erat dengan masyarakat Purworejo

img_title Pempek Sutra ala Chef Firhan, Lembut dan Kenyal dengan Cuko Pedas Segar

Sejarah Dawet Ireng

Dawet Ireng memiliki sejarah yang panjang dan kaya di Purworejo. Minuman ini telah menjadi bagian dari tradisi kuliner Purworejo selama bertahun-tahun. Dawet Ireng awalnya dibuat sebagai minuman sederhana untuk dinikmati oleh masyarakat lokal, namun seiring waktu, minuman ini menjadi populer di kalangan wisatawan yang berkunjung ke Purworejo.

img_title Resep Chicken Katsu Jepang dengan Saus Tonkatsu, Renyah dan Gurih

Bahan-Bahan dan Cara Membuat

Dawet Ireng terbuat dari tepung beras ketan hitam yang diolah menjadi bubur dan disajikan dengan santan dan gula merah. Berikut adalah resep Dawet Ireng yang bisa Anda coba di rumah:

img_title Resep Ayam Goreng Dabu-Dabu Ala Chef Devina, Pedas, Segar, dan Gurih

Bahan:

1.     200 gram tepung beras ketan hitam

  1. 200 ml santan
  2. 100 gram gula merah
  3. 1/2 sendok teh garam
  4. 1/4 sendok teh vanila

Cara Membuat:

  1. Campurkan tepung beras ketan hitam dengan air dan aduk hingga menjadi bubur.
  2. Masak bubur hingga matang dan kenyal.
  3. Sajikan bubur dengan santan dan gula merah yang telah dimasak hingga mendidih.
  4. Tambahkan garam dan vanila secukupnya.

Keunikan Dawer Ireng

Dawet ireng merupakan minuman favorit  Masyarakat Purworejo.  Keunikan-keunikan tersebut antara lain : warnanya yang hitam, menimbulkan kesan eksotis dan teksturnya yang gurih karena bercampur dengan santan kelapa.  Keunikan kedua antara lain cara pembuatannya yang masih tradisional yaitu  tetap mempertahankan cara lama dalam mengolah abu jerami hingga mencampurnya dengan tepung beras untuk menghasilkan butiran dawet hitam. Proses ini menjadi bagian dari warisan turun-temurun yang menjaga keaslian rasa dawet ireng. Keunikan ketiga yaitu cara penyajian dengan es batu, membuat semakin segar dan nikmat si dawet ireng tersebut. Selain itu terkadang diberi toping irisan buah-buahan, misalnya Nangka, nanas dan sebagainya.

Halaman Selanjutnya
img_title