Waspada! Gigi Berlubang sebabkan Halitosis

Jaga kesehatan gigi, untuk napas segar
Sumber :
  • https://unsplash.com/id/foto/gadis-cantik-menunjukkan-gigi-putihnya-di-dokter-gigi-HPp5wg_jeFI

Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi –Bau mulut atau Halitosis bukan hanya disebabkan oleh makanan menyengat seperti bawang putih atau kebiasaan merokok. Salah satu penyebab utama yang sering diabaikan adalah gigi berlubang. Kondisi ini tidak hanya mengganggu penampilan tetapi juga dapat menjadi indikator adanya masalah kesehatan mulut yang serius. Kondisi ini kerap luput dari perhatian karena gejalanya muncul perlahan dan tidak menimbulkan rasa sakit pada tahap awal. Padahal, gigi berlubang dapat menjadi sumber infeksi kronis yang memengaruhi tidak hanya kesehatan rongga mulut, tetapi juga kualitas hidup secara keseluruhan. Mulut terasa asam, nafas menjadi tidak segar sepanjang hari, dan rasa percaya diri pun menurun.

img_title Gohu Ikan Ternate, Sensasi Segar Khas Maluku Utara

Menurut American Dental Association, plak gigi, sisa makanan, dan bakteri yang terperangkap di lubang gigi bisa menjadi penyebab utama timbulnya bau mulut. Hal ini diperkuat oleh penelitian yang dipublikasikan di Journal of Natural Science, Biology and Medicine, yang menyebutkan bahwa infeksi gigi dan gusi berkontribusi besar terhadap kasus halitosis kronis. Dalam studi tersebut dijelaskan bahwa 85% kasus bau mulut berasal dari masalah rongga mulut, terutama kerusakan gigi dan penyakit gusi.

Mengapa Gigi Berlubang Berbahaya?

img_title Mi Kocok Bandung, Kuliner Khas Jawa Barat dengan Kikil Empuk dan Kuah Kaldu Gurih

Lubang pada gigi menciptakan ruang tersembunyi tempat bakteri berkembang biak. Bakteri ini kemudian menghasilkan senyawa sulfur volatil yang menjadi penyebab utama bau tidak sedap. Kebersihan mulut, jika tidak dijaga dengan baik, memperparah kondisi ini dan membuat bau napas semakin sulit dikendalikan.

Dikutip dari laman Mayo Clinic, gigi berlubang sering kali diabaikan hingga akhirnya memicu infeksi serius seperti abses dan pembusukan jaringan gigi, yang memperparah halitosis. Parahnya lagi, infeksi ini bisa menyebar ke jaringan sekitarnya jika tidak segera ditangani.

img_title Sate Padang Panjang, Kuliner Legendaris Sumatera Barat

Pentingnya Pemeriksaan Rutin

Masyarakat perlu sadar akan pentingnya melakukan perawatan gigi rutin. Menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride, membersihkan sela gigi dengan benang gigi, serta melakukan kunjungan ke dokter gigi setiap enam bulan sekali adalah langkah penting dalam pencegahan bau mulut. Selain itu, konsumsi air putih yang cukup juga membantu menjaga produksi air liur yang berfungsi membersihkan rongga mulut secara alami.

Halaman Selanjutnya
img_title