Tidur Kondisi Gelap Lebih Baik Daripada Tidur Kondisi Terang
- https://www.freepik.com/free-photo/nervous-young-asian-woman-having-nightmare-lying-bed-her-bedroom
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi –Bahaya Tidur Kondisi Terang dengan Lampu Menyala bagi Kesehatan.
Tidur adalah aktivitas penting yang harus dilakukan setiap hari dengan durasi yang cukup. Orang dewasa memerlukan sekitar 7–8 jam tidur, sementara anak-anak dan remaja membutuhkan kurang lebih 10 jam. Sayangnya, banyak orang yang tidak menyadari bahwa kualitas tidur juga dipengaruhi oleh kondisi pencahayaan. Tidur kondisi terang dengan lampu menyala atau terkena cahaya malam dapat mengganggu kesehatan tubuh secara signifikan. Sebaliknya, tidur kondisi gelap lebih dianjurkan untuk menjaga fungsi tubuh tetap optimal.
Dampak Tidur dengan Lampu Menyala
1. Meningkatkan Risiko Kanker
Penelitian menunjukkan bahwa paparan cahaya malam ketika tidur kondisi terang dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Studi yang dipublikasikan di Chronobiology International terhadap 1.679 perempuan menemukan hubungan antara gangguan ritme sirkadian dan peningkatan risiko kanker. Ritme sirkadian adalah jam biologis tubuh yang mengatur hormon seperti ghrelin, insulin, dan serotonin, yang berperan pada nafsu makan, penyimpanan lemak, dan suasana hati. Gangguan pada ritme ini dapat menyebabkan kegemukan, diabetes tipe 2, depresi, bahkan memicu risiko kanker.
Dikutip dari laman National Library of Medicine, "Kami mengambil pandangan tingkat atas dan berkata, 'Jika memang ada hubungan sebab akibat, tingkat cahaya malam hari di seluruh dunia seharusnya berkorelasi baik dengan insiden kanker payudara,'" kata Stevens. "Ini merupakan kondisi yang diperlukan tetapi tidak cukup untuk efek yang berpotensi besar. Jika kami tidak melihat hubungan antara tingkat cahaya malam hari suatu negara dan risiko kanker payudara, itu akan menjadi bukti yang kuat untuk menentang efek besar cahaya malam hari terhadap risiko kanker payudara."
2. Menyebabkan Insomnia
Tidur dengan lampu menyala mengakibatkan paparan cahaya malam yang dapat mengganggu produksi melatonin, hormon penting untuk tidur nyenyak. Penelitian di Harvard menemukan bahwa cahaya dari lampu pijar atau perangkat elektronik pada larut malam dapat menurunkan kadar melatonin dan mengganggu ritme sirkadian. Tidak hanya lampu utama, tetapi juga cahaya dari layar komputer, televisi, dan tablet memberi efek serupa.