Profesi dengan Tingkat Perselingkuhan Tertinggi, Bikin Kaget!

Ilustrasi dokter bermain ponsel
Sumber :
  • https://unsplash.com/id/foto/foto-dokter-yang-dipotong-menggunakan-ponsel-di-tempat-kerja-rumah-sakit-sIxfPeVBJjw

Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Perselingkuhan selalu jadi topik panas yang memicu rasa penasaran. Banyak orang bertanya-tanya, siapa sih yang paling berisiko selingkuh? Ternyata, menurut riset terbaru yang dikutip dari laman Psychology Today, ada satu profesi yang menempati posisi teratas dalam urusan perselingkuhan.

img_title Belum Punya Pengalaman? Ini Ide Fake Project untuk Portfolio

Jawabannya cukup mengejutkan: dokter. Ya, profesi yang identik dengan dedikasi, pengabdian, dan kepercayaan justru tercatat memiliki tingkat perselingkuhan paling tinggi. Hal ini bukan sekadar gosip, melainkan temuan yang didukung data dan wawancara.

Mengapa dokter? Ada beberapa alasan. Pertama, mereka bekerja dengan jam yang panjang dan penuh tekanan, sehingga peluang untuk membangun kedekatan dengan rekan kerja atau pasien lebih besar. Kedua, sifat pekerjaan mereka membuat orang sering memandang dokter sebagai sosok berwibawa dan menarik, yang tanpa disadari bisa membuka pintu godaan.

img_title Memulai Hobi Aquaponik, Cara Sederhana untuk Pemula di Rumah

Namun, penting dicatat, tidak semua dokter melakukan perselingkuhan. Temuan ini lebih menyoroti pola besar yang muncul dalam profesi medis dibandingkan dengan profesi lain.

Selain dokter, profesi dengan jam kerja fleksibel dan mobilitas tinggi juga cenderung lebih berisiko. Misalnya, pilot, pengacara, hingga pekerja di industri hiburan. Faktor lingkungan kerja yang menuntut banyak interaksi personal sering kali memperbesar kemungkinan terjadinya perselingkuhan.

img_title Memulai Hobi Mendaki? Ini Peralatan yang Wajib Kamu Bawa

Menurut penelitian yang dilaporkan Newsweek, profesi seperti penjualan, pendidikan, dan medis memang menuntut waktu serta komitmen yang sangat tinggi. Tuntutan inilah yang kerap membuat keseimbangan dalam hubungan pribadi menjadi terganggu. Banyak pasangan akhirnya merasa kewalahan hingga mencari pelampiasan di luar hubungan mereka.

Data juga menunjukkan bahwa 80 persen kasus perselingkuhan terjadi antar rekan kerja, sementara sekitar 25 persen justru bermula dari lingkungan kantor. Hal ini menegaskan bahwa rutinitas kerja yang intens bukan hanya menyita waktu, tetapi juga bisa menciptakan peluang munculnya kedekatan emosional di luar pasangan resmi.

Pada akhirnya, perselingkuhan tidak hanya ditentukan profesi, tetapi juga pilihan pribadi. Profesi apapun bisa rawan, jika seseorang tidak mampu menjaga komitmen dalam hubungan.