Mitos Dan Fakta Susu Segar Dan Susu Pasteurisasi Yang Wajib Kalian Ketahui!

Fakta dan mitos susu segar dengan susu pasteurisasi
Sumber :
  • https://www.freepik.com/free-photo/fresh-milk-mug-jug-wooden-table_10787998.htm

Kesehatan, VIVA Banyuwangi – Susu yang telah dipasteurisasi sebenarnya memiliki beragam kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh, seperti protein, vitamin dan mineral.

img_title Seni Pengemasan Madu Mentah dan Sarang Lebah untuk Parsel Kesehatan Eksklusif

Namun, berbagai mitos yang tersebar tentang susu pasteurisasi atau susu steril di masyarakat menjadikan masyarakat menghindari untuk mengonsumsinya dan lebih cenderung untuk memilih susu segar.

Melansir dalam laman Alodokter, pasteurisasi merupakan salah satu teknik sterilisasi yang berguna dalam membunuh kuman penyebab penyakit yang dapat mengontaminasi susu. Prosesnya dapat dilakukan dengan memanaskan susu pada susu dan durasi tertentu. Salah satu jenis susu pasteurisasi yang paling umum digunakan adalah ultra high temperature atau UHT.

img_title Peran Vital Nutrisi dan Gizi bagi Kesehatan Otak

Teknik UHT ini memanaskan susu pada suhu 137-150 derajat celcius selama sekitar 2 detik. Setelahnya susu disimpan dalam wadah yang kedap udara. Selama wadah kemasannya tidak dibuka, susu yang telah melalui proses pasteurisasi UHT mampu bertahan selama lebih kurang 90 hari walaupun tidak disimpan di dalam lemari pendingin atau kulkas.

Inilah beberapa mitos dan fakta susu segar dengan susu pasteurisasi:

img_title Pendekatan Medis dan Alami dalam Cara Meningkatkan Memori Otak

Susu pasteurisasi membuat nutrisi menjadi berkurang

Susu memiliki kandungan nutrisi yang beragam dan bermanfaat bagi kesehatan, seperti mineral, vitamin, protein dan lemak. Mitos terkait teknik pasteurisasi yang membuat nutrisi dalam susu menjadi berkurang adalah tidak benar. Hal ini karena kandungan nutrisi dan manfaat susu setelah pasteurisasi masih tetap sama.

Susu pasteurisasi dapat menimbulkan alergi

Banyak perspektif menyebutkan bahwa susu pasteurisasi yang menimbulkan alergi. Faktanya, susu pasteurisasi dan susu segar sama-sama mengakibatkan munculnya alergi. Hal ini berisiko terjadi pada orang-orang yang memiliki keluarga kandung dengan kondisi ini dan pada penderita kondisi tertentu, seperti dermatitis atopik.

Susu pasteurisasi perlu dihindari pada intoleransi laktosa

Intoleransi laktosa merupakan salah satu kondisi tubuh yang tidak mampu dalam mencerna laktosa, jenis gula yang ada pada produk susu dan produk olahan susu. Hal ini menimbulkan berbagai masalah pencernaan. Kondisi ini bukan hanya laktosa dari susu pasteurisasi saja yang tidak dapat dicerna, namun juga terjadi pada susu segar.

Halaman Selanjutnya
img_title