4 Bahaya Gaya Hidup Mager Bagi Kesehatan

Ilustrasi gaya hidup mager
Sumber :
  • https://pxhere.com/id/photo/1638940?utm_content=shareClip&utm_medium=referral&utm_source=pxhere

Kesehatan, VIVA BanyuwangiGaya hidup mager (malas gerak) merupakan gaya hidup yang tidak aktif, kurang bergerak, atau sedikit melakukan aktivitas fisik di luar jadwal tidur. Gaya hidup yang tidak sehat ini, disebut juga dengan istilah sedentary lifestyle.

img_title Peran Vital Nutrisi dan Gizi bagi Kesehatan Otak

Seseorang yang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk duduk atau berbaring selama berjam-jam, setidaknya empat hingga enam jam per hari, sudah bisa dikatakan sebagai sedentary lifestyle. Contoh sedentary lifestyle yang seringkali tidak disadari yakni terlalu lama bermain game, menonton televisi, hingga bekerja di meja dengan komputer.

Kurang gerak bisa berdampak buruk bagi kesehatan jika terus dilakukan. Dikutip dari Cleveland Clinic, ada empat risiko kesehatan akibat gaya hidup mager.

img_title Pendekatan Medis dan Alami dalam Cara Meningkatkan Memori Otak

1. Kegemukan

Tubuh yang kurang melakukan aktivitas fisik mengakibatkan penumpukan lemak. Proses pembakaran kalori dalam tubuh menjadi lebih sedikit.

img_title Pikun di Usia Remaja: Mitos atau Fakta?

Sementara itu, asupan kalori terus bertambah. Mengonsumsi lebih banyak kalori tanpa diimbangi dengan aktivitas fisik dapat mengakibatkan kegemukan atau penambahan berat badan.

2. Depresi

Bahaya kurang gerak tidak hanya menimbulkan masalah kesehatan tubuh, tetapi juga kesehatan mental seperti depresi. Dampak kesehatan ini lebih berisiko bagi seseorang yang duduk berjam-jam untuk menonton TV dan menggunakan komputer.

3. Penyakit Jantung dan Hipertensi

Jantung memiliki otot yang disebut otot jantung atau miokardium. Sama seperti jenis otot lainnya, otot jantung akan melemah jika kurang aktif.

Contoh sedentary lifestyle seperti duduk terlalu lama, dapat menekan sistem pada tingkat seluler. Akibatnya, faktor risiko penyakit jantung dan hipertensi semakin tinggi.

4. Risiko Kanker

Sedentary lifestyle dapat meningkatkan risiko kanker tertentu seperti kanker paru-paru, kanker usus besar, hingga kanker rahim (endometrium). Langkah terbaik untuk mencegah risiko kanker tersebut adalah dengan mulai membiasakan diri aktif bergerak setiap hari.

Ada banyak cara untuk membuat tubuh lebih aktif bergerak agar tidak menjalani gaya hidup mager. Jika tuntutan pekerjaan mengharuskan duduk terlalu lama, istirahatlah sejenak untuk bergerak setiap dua jam sekali. Mulailah untuk menjalani latihan fisik setidaknya dua sampai tiga kali seminggu. Bermain dengan hewan peliharaan seperti kucing dan anjing, juga dapat memotivasi diri untuk aktif bergerak.