Skuad Resmi Liverpool untuk Liga Champions 2025/2026
- https://x.com/LFC/status/1962629035428569392/photo/1
Sepak Bola, VIVA Banyuwangi – Liverpool akhirnya mengumumkan daftar skuad resmi mereka untuk fase grup Liga Champions musim ini. The Reds, yang selalu menjadi magnet perhatian di kancah Eropa, bersiap memulai perjalanan penuh drama dan gengsi di Anfield dengan menghadapi lawan tangguh, Atletico Madrid, pada Rabu, 17 September mendatang.
Petualangan Liverpool di babak grup kali ini benar-benar seperti perjalanan epik melintasi benua biru. Setelah duel pembuka kontra Atletico, pasukan Jurgen Klopp akan bertandang ke Turki menghadapi Galatasaray, lalu menuju Jerman untuk melawan Eintracht Frankfurt. Belum berhenti di situ, ujian berat berikutnya menanti ketika mereka bersua Real Madrid rival klasik yang selalu menghadirkan cerita besar serta PSV Eindhoven di markas mereka sendiri, L4.
Desember akan membawa Liverpool ke Italia untuk menghadapi Inter Milan di laga yang diprediksi panas, sebelum akhirnya menutup fase grup dengan dua duel penting di Januari: tandang ke markas Marseille dan laga kandang melawan Qarabag.
Adapun skuad ‘Daftar A’ yang diajukan Liverpool ke UEFA berisi nama-nama besar dan talenta muda yang siap bersinar:
Alisson, Bradley, Ekitike, Endo, Frimpong, Gakpo, Gomez, Gravenberch, Isak, Jones, Kerkez, Konate, Leoni, Mac Allister, Mamardashvili, Ngumoha, Robertson, Salah, Szoboszlai, Van Dijk, Wirtz, Woodman.
Tak hanya itu, Liverpool juga masih punya keleluasaan untuk mendaftarkan pemain ke dalam ‘Daftar B’. Sesuai aturan UEFA, daftar ini bisa diisi oleh pemain muda yang lahir pada atau setelah 1 Januari 2004, dengan syarat telah bersama klub minimal dua tahun tanpa jeda. Bahkan pemain berusia 16 tahun pun bisa masuk, asalkan memenuhi ketentuan tersebut.
Dengan komposisi ini, Liverpool tampak tidak hanya menyiapkan tim untuk sekadar lolos, tapi juga untuk membuktikan bahwa mereka tetap menjadi salah satu penguasa Eropa. Fase grup kali ini bisa jadi panggung pembuktian—apakah The Reds masih sanggup menaklukkan benua biru, atau justru tenggelam di tengah persaingan para raksasa?