Hati-Hati! 7 Kebiasaan Sepele yang Bikin Sparepart Motor Cepat Rusak

Bawa Motor dengan Beban Berlebih, Sparepart Siap Menjerit
Sumber :
  • https://pixabay.com/id/photos/hanoi-kelebihan-beban-5036506/

Produk Otomotif, VIVA BanyuwangiBanyak orang mengira motor cepat rusak karena kualitas pabrikan atau usia kendaraan. Padahal, sering kali masalah justru datang dari kebiasaan pengendara sendiri. Hal-hal kecil yang dianggap sepele ternyata bisa bikin sparepart motor cepat aus, bahkan rusak sebelum waktunya. Nah, biar motor kesayanganmu tetap awet, yuk simak tujuh kebiasaan yang harus kamu hindari.

img_title Berikut Aksesoris Resmi New Honda ADV160, Yang Bikin Stylish Dan Siap Berjelajah!

1. Jarang Servis Rutin

Servis rutin sering dianggap remeh. Banyak pengendara hanya datang ke bengkel ketika motor sudah bermasalah. Padahal, servis berkala penting untuk menjaga kondisi mesin, oli, rem, hingga komponen kecil lainnya tetap prima. Dengan servis teratur, potensi kerusakan bisa dicegah lebih awal sebelum meluas.

img_title Siap Road Trip! Ini Trik Menghemat Baterai Mobil Listrik Selama Liburan

2. Membawa Beban Berlebih

Motor punya batas beban maksimal yang sudah dihitung pabrikan. Kalau kamu sering membawa barang terlalu banyak atau menumpang lebih dari kapasitas, jangan kaget kalau shockbreaker, ban, hingga rem jadi cepat aus. Efek jangka panjangnya bisa bikin kerusakan lebih serius pada rangka dan mesin.

img_title Sudah 10.000 Km? Jangan Lupa Servis Motor dan Cek Bagian Ini

3. Suka Gas-Rem Mendadak

Kebiasaan ngebut lalu mengerem mendadak memang seru, tapi dampaknya besar buat sparepart. Kampas rem jadi cepat tipis, rantai bekerja lebih keras, hingga mesin terbebani. Selain bikin motor lebih cepat rusak, gaya berkendara ini juga berbahaya di jalan.

4. Mengabaikan Oli Mesin dan Transmisi

Oli adalah darah bagi mesin. Kalau kamu telat ganti oli, mesin bisa cepat panas dan aus. Begitu juga dengan oli transmisi pada motor matik. Kalau dibiarkan kotor, gearbox bisa rusak. Biasakan ganti oli sesuai jadwal, jangan tunggu mesin terasa berat.

5. Menggunakan Bahan Bakar Tidak Sesuai

Banyak yang memilih bahan bakar murah tanpa melihat rekomendasi pabrikan. Padahal, BBM dengan oktan terlalu rendah bisa menyebabkan pembakaran tidak sempurna, injektor kotor, bahkan piston rusak. Gunakan bahan bakar sesuai standar motor supaya performa tetap optimal.

6. Parkir di Tempat Terbuka Terlalu Lama

Motor yang sering diparkir di bawah terik matahari atau hujan deras akan lebih cepat rusak. Cat kusam, kabel mudah getas, dan sparepart logam berkarat. Kalau terpaksa parkir di luar, gunakan cover motor untuk perlindungan ekstra.

Halaman Selanjutnya
img_title