Mau Touring Jauh? 8 Hal Wajib Dicek Biar Motor Nggak Mogok di Jalan!
- https://unsplash.com/photos/a-group-of-people-riding-motorcycles-down-a-road-OZPkLSPHzEk
Otomotif, VIVA Banyuwangi – Udah excited banget mau touring ke Bromo atau Bali, eh malah motor mogok di tengah jalan? Pasti dongkol banget kan! Apalagi kalau mogoknya pas di tempat yang jauh dari bengkel. Bisa-bisa liburan jadi bencana dan budget malah habis buat servis darurat.
Touring memang seru, tapi persiapan motor yang tepat adalah kunci sukses perjalanan. Dilansir dari Yamaha Motor Indonesia, perawatan sebelum perjalanan dapat mencegah 80% masalah yang mungkin terjadi di tengah jalan. Jangan sampai gara-gara lalai cek komponen penting, petualangan yang udah direncanakan berbulan-bulan jadi berantakan!
Oli Mesin dan Ban, Prioritas Utama
Oli adalah nyawa motor buat touring karena perjalanan jauh bikin oli cepat kotor dan menurun kualitasnya. Ganti oli setiap 2.000-4.000 km untuk pemakaian touring, lebih cepat kalau sering lewat daerah berdebu. Tanda oli bermasalah meliputi warna hitam pekat, mesin jadi kasar dan berisik, tarikan terasa berat, dan suhu mesin cepat naik.
Ban yang terawat adalah jaminan keselamatan touring. Cek tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan, ketebalan alur ban dan tanda TWI, benjol atau retak, plus kondisi pentil. Tips praktisnya: cek tekanan saat ban dingin, naikin tekanan sedikit kalau bawa beban berat, dan bawa kit tambal ban plus pompa mini.
Sistem Rem dan Rantai
Rem yang prima sangat krusial saat melewati tanjakan dan turunan panjang di pegunungan. Cek ketebalan kampas rem depan-belakang, level dan warna minyak rem, kondisi cakram dari bengkok atau bergelombang, plus respons tuas rem yang nggak boleh spongy. Ganti kampas kalau udah tipis, bleeding minyak rem kalau tuas lembek, dan pakai engine brake di turunan panjang.
Rantai yang terawat bikin akselerasi halus dan perpindahan gigi responsif. Kelonggaran rantai 2-3 cm di titik terendah, lumasi secara berkala pakai chain lube, cek kondisi sprocket dari gigi yang tajam atau aus. Untuk motor matic, cek kondisi V-belt dari retak atau aus, bersihkan housing CVT dari debu, dan ganti V-belt setiap 24.000 km.