Cerita Rasa Es Pallubutung, Warisan Kuliner Bugis-Makassar
- https://blog.tokowahab.com/wp-content/uploads/2024/07/Cara-Membuat-Resep-Es-Pallu-Butung-Menyegarkan-Praktis-di-Rumah.jpg
Kuliner, VIVA Banyuwangi –Indonesia dikenal dengan keberagaman kulinernya yang begitu kaya. Dari Sabang hingga Merauke, setiap daerah memiliki makanan dan minuman khas yang menyimpan cerita serta identitas budaya masyarakatnya. Salah satu minuman khas Sulawesi Selatan yang patut dibanggakan adalah es pallubutung. Hidangan ini bukan sekadar minuman penutup, melainkan juga cermin dari kearifan lokal dan kehangatan masyarakat Bugis-Makassar.
Jejak Sejarah Es Pallubutung
Es pallubutung merupakan kuliner khas Makassar yang berbahan dasar pisang kepok matang, santan, sirup merah, dan es serut. Nama “pallubutung” berasal dari bahasa Bugis-Makassar, yaitu pallu yang berarti masakan dan butung yang berarti pisang (khususnya pisang kepok). Artinya, secara harfiah pallubutung berarti “masakan pisang” (Nur, 2018). Hidangan ini diperkirakan muncul pada abad ke-20 sebagai variasi dari sajian tradisional pisang rebus santan. Kehadiran sirup merah dan es serut menambah kesegaran, sehingga menjadikannya minuman yang cocok untuk dinikmati di daerah tropis. Kini, es pallubutung tidak hanya hadir di Makassar, tetapi juga sudah banyak dijual di kota-kota besar di Indonesia, baik di rumah makan khas Makassar maupun festival kuliner Nusantara.
Resep Sederhana Es Pallubutung
Untuk menghadirkan nuansa Makassar di rumah, berikut resep sederhana es pallubutung yang bisa dicoba:
Bahan:
1. 3 buah pisang kepok matang
2. 500 ml santan
3. 1 lembar daun pandan
4. ½ sdt garam
5. Es serut secukupnya
6. Sirup merah (sirup cocopandan atau frambozen) secukupnya
Cara Membuat:
1. Rebus pisang kepok hingga matang, lalu potong kecil-kecil.
2. Masak santan dengan daun pandan dan garam, aduk agar santan tidak pecah, lalu dinginkan.
3. Siapkan mangkuk, tata potongan pisang, siram dengan santan, tambahkan es serut, dan beri sirup merah di atasnya.
4. Es pallubutung siap dinikmati!
Es pallubutung juga menjadi ikon kuliner Makassar dalam berbagai festival makanan Nusantara. Kehadirannya menunjukkan bagaimana makanan tradisional bisa menjadi sarana diplomasi budaya. Seperti dikatakan Appadurai (1988) dalam How to Make a National Cuisine: Cookbooks in Contemporary India, makanan tradisional yang diangkat ke ruang publik berperan dalam membangun kebanggaan identitas nasional.