Beasiswa Luar Negeri yang Tidak Mensyaratkan IELTS atau TOEFL
- https://www.pexels.com/id-id/foto/kayu-penulisan-tipografi-ubin-19902304/
Pendidikan, VIVA Banyuwangi – Banyak pelajar Indonesia bermimpi melanjutkan studi di luar negeri, namun sering kali terbentur masalah tes bahasa seperti IELTS atau TOEFL. Kabar baiknya, ada beberapa program beasiswa luar negeri yang tidak mensyaratkan dokumen tersebut. Sebagai gantinya, pelamar bisa menggunakan bukti kemampuan bahasa Inggris lain, seperti surat pernyataan dari universitas asal atau tes internal dari kampus tujuan.
Beberapa universitas dan lembaga pemberi beasiswa tanpa IELTS dan beasiswa tanpa TOEFL kini semakin terbuka agar akses pendidikan lebih inklusif. Dengan demikian, peluang untuk kuliah di luar negeri menjadi lebih besar tanpa harus terbebani biaya tes bahasa yang cukup mahal.
Beasiswa Pemerintah Turki Türkiye Burslari
Türkiye Burslari adalah salah satu beasiswa luar negeri paling populer. Program ini ditawarkan pemerintah Turki untuk mahasiswa S1, S2, hingga S3. Menariknya, Türkiye Burslari adalah beasiswa tanpa IELTS maupun beasiswa tanpa TOEFL. Pelamar hanya perlu menunjukkan bukti kemampuan bahasa Inggris atau mengikuti tes internal jika program studinya menggunakan bahasa Inggris.
Selain menanggung biaya kuliah penuh, beasiswa ini juga mencakup tiket pesawat, biaya hidup bulanan, hingga kursus bahasa Turki gratis.
Beasiswa Pemerintah Korea Global Korea Scholarship (GKS)
Global Korea Scholarship atau GKS menjadi pilihan beasiswa luar negeri favorit mahasiswa internasional. Program ini mendanai pendidikan S1 hingga S3 di universitas terbaik Korea Selatan. GKS termasuk beasiswa tanpa IELTS dan beasiswa tanpa TOEFL karena universitas tujuan biasanya hanya meminta surat rekomendasi bahasa dari universitas asal.
Selain biaya kuliah penuh, penerima GKS juga mendapat tiket pesawat, tunjangan hidup, dan kursus bahasa Korea selama satu tahun.
Beasiswa Pemerintah China CSC Scholarship
Chinese Government Scholarship (CSC) adalah beasiswa luar negeri yang mendukung ribuan mahasiswa setiap tahun. Program ini termasuk dalam daftar beasiswa tanpa IELTS dan beasiswa tanpa TOEFL karena cukup banyak universitas di Tiongkok yang menerima bukti kemampuan bahasa Inggris dari kampus asal.
Beasiswa ini mencakup biaya kuliah penuh, asrama, serta tunjangan bulanan. Bahkan, beberapa kampus menyediakan kursus bahasa Mandarin gratis untuk mahasiswa internasional.