Ini Dia Beasiswa Kuliah Di Jerman yang Bisa Kamu Coba, Tanpa IELTS!
- https://www.pexels.com/id-id/foto/bendera-jerman-di-depan-gedung-109629/
Pendidikan, VIVA Banyuwangi – Banyak pelajar Indonesia yang bermimpi kuliah di Jerman karena kualitas pendidikannya yang diakui dunia. Menariknya, ada beberapa program beasiswa kuliah di Jerman yang bisa diakses tanpa syarat IELTS. Artinya, kesempatan untuk kuliah gratis Jerman semakin terbuka lebar bagi mahasiswa S1 maupun S2.
Berikut adalah daftar beasiswa kuliah yang bisa jadi jalan menuju impianmu.
DAAD Scholarship
DAAD (Deutscher Akademischer Austauschdienst) adalah program beasiswa terbesar di Jerman. Beasiswa ini membuka peluang untuk S2 hingga S3 di berbagai bidang. Menariknya, tidak semua program mewajibkan IELTS karena ada opsi sertifikat bahasa Inggris lainnya seperti TOEFL atau bukti kuliah dengan pengantar bahasa Inggris. DAAD menanggung biaya kuliah, uang saku, hingga asuransi kesehatan.
Erasmus Mundus Joint Master
Program Erasmus Mundus juga bisa jadi pilihan bagi yang ingin kuliah di Jerman tanpa IELTS. Beasiswa ini memberikan kesempatan belajar di beberapa universitas Eropa, termasuk Jerman. Fasilitas yang ditanggung mencakup biaya kuliah penuh, perjalanan, dan biaya hidup.
Heinrich Böll Foundation Scholarship
Beasiswa dari Heinrich Böll Foundation terbuka untuk mahasiswa internasional yang ingin melanjutkan S2 atau S3 di Jerman. Fokus utamanya adalah mahasiswa dengan minat di bidang demokrasi, lingkungan, dan hak asasi manusia. IELTS tidak selalu menjadi syarat mutlak, selama kamu bisa menunjukkan bukti kecakapan bahasa Inggris atau Jerman.
Konrad Adenauer Stiftung (KAS)
Beasiswa KAS mendukung mahasiswa internasional, khususnya yang berprestasi dan aktif dalam organisasi sosial atau politik. Beasiswa ini bisa untuk program S2 maupun S3 di Jerman. Persyaratan bahasa cukup fleksibel, sehingga ada peluang mendaftar tanpa IELTS.
Friedrich Ebert Stiftung
Beasiswa ini ditujukan bagi mahasiswa yang peduli isu sosial dan memiliki komitmen pada keadilan serta demokrasi. Friedrich Ebert Stiftung membiayai kuliah penuh, tunjangan bulanan, dan asuransi. Tidak semua jurusan mensyaratkan IELTS, sehingga mahasiswa dengan bukti kemampuan bahasa lain juga bisa mendaftar.
Rosa Luxemburg Stiftung
Bagi mahasiswa yang tertarik pada keadilan sosial dan penelitian kritis, Rosa Luxemburg Stiftung menawarkan beasiswa untuk S2 dan S3 di Jerman. Persyaratan bahasa fleksibel, dan dukungan penuh diberikan untuk biaya kuliah hingga riset.