Banjir Surut, Mobil Selamat, Tips Perawatan Agar Mesin Tak Merana
- https://cdn.antaranews.com/cache/1200x800/2025/03/05/Banjir-Rendam-Perumahan-Di-Bekasi-040325-fah-6.jpg
Otomotif, VIVA Banyuwangi –Musim hujan sering membawa kekhawatiran tersendiri bagi para pemilik kendaraan. Bukan hanya jalanan yang macet dan licin, tetapi juga ancaman banjir yang bisa datang tiba-tiba. Tidak sedikit mobil yang akhirnya terendam air, mulai dari bagian lantai hingga merendam seluruh ruang mesin. Saat air surut, rasa lega mungkin muncul karena mobil tampak masih utuh. Namun, di balik itu, ada pekerjaan besar yang menanti: merawat dan memulihkan mobil agar tidak rusak parah. Pada tulisan ini akan membahas langkah-langkah perawatan mobil pasca terendam banjir secara humanis, sederhana, dan mudah diterapkan agar mesin tidak “merana” setelah bencana air berlalu. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut :
1. Jangan Langsung Dihidupkan
Kesalahan umum yang sering dilakukan adalah langsung menyalakan mesin begitu air surut. Padahal, menyalakan mesin dalam kondisi masih lembap atau kemasukan air dapat menyebabkan kerusakan fatal seperti water hammer, yakni kerusakan piston akibat air masuk ke ruang bakar (Hidayat, 2022, Kompas Otomotif). Sebaiknya, mobil didiamkan dulu hingga benar-benar kering bagian luar, lalu segera hubungi bengkel atau teknisi terpercaya untuk melakukan pengecekan awal. Mengambil jeda waktu ini bisa menyelamatkan mesin dari kerusakan permanen.
2. Membersihkan dan Mengeringkan Bagian Eksterior
Setelah aman, bersihkan bagian luar mobil dari lumpur, pasir, dan sampah yang menempel. Lumpur yang mengering bisa menyebabkan karat, terutama di bagian bawah kendaraan.
1. Siram air bersih dari atap ke bawah agar kotoran turun.
2. Lepas karpet, jok, dan barang-barang dari kabin agar bisa dikeringkan secara terpisah.
3. Gunakan blower atau kipas angin untuk mempercepat pengeringan interior.
Menurut Astuti (2021) dalam Jurnal Teknologi Otomotif, pengeringan dini mencegah pertumbuhan jamur dan korosi pada bodi kendaraan, yang sering menjadi masalah setelah banjir.
3 Pemeriksaan Kelistrikan dan Sistem Elektronik
Banjir sangat berisiko pada komponen kelistrikan karena air dapat menimbulkan korsleting dan kerusakan sensor elektronik. Pastikan teknisi memeriksa:
Aki dan soket kabel, Fuse dan relay, Sensor ECU (Engine Control Unit), Sistem lampu dan wiper. Bila ditemukan karat atau kelembapan, bagian tersebut perlu dikeringkan dan dibersihkan dengan cairan pembersih kontak listrik. Menurut Prasetyo (2020) di Otomotif Review, memaksa menyalakan mesin tanpa memeriksa kabel dapat memicu kebakaran karena korsleting.