Mengenal 6 Jenis Oli Mobil Yang Harus Diganti Rutin Agar Mesin Awet
- https://wuling.id/wp-content/uploads/2020/07/6-Jenis-Oli-Mesin-yang-harus-di-perhatikan.png
Otomotif, VIVA Banyuwangi –Tau nggak sih kalau mobil kamu butuh bukan cuma satu jenis oli? Sebagai pemilik mobil, kamu tentu paham betapa pentingnya menjaga performa mesin dengan rutin mengganti oli sesuai jadwal yang disarankan. Tapi ternyata, selain oli mesin, ada beberapa jenis oli lain yang juga perlu perhatian khusus!
Dilansir dari Wuling.id, penggantian oli secara teratur sangat berperan dalam melindungi komponen mesin agar tetap bekerja secara optimal dan awet. Penting untuk diketahui bahwa tidak semua oli bisa digunakan secara sembarangan, karena setiap jenis mesin memiliki kebutuhan pelumas yang berbeda. Yuk kenalan dengan 6 jenis oli mobil yang wajib kamu perhatikan jadwal penggantiannya!
Oli Mesin - Jantung Pelumas Kendaraan
Oli motor atau oli mesin merupakan kombinasi dari oli dasar dan berbagai bahan tambahan seperti deterjen dan polimer yang berfungsi menjaga kekentalan oli pada berbagai temperatur. Kekentalan oli memengaruhi kemampuan oli untuk mengalir ke seluruh bagian mesin.
Fungsi utama oli mesin adalah melumasi komponen yang bergerak agar tidak cepat aus, menjaga suhu mesin tetap stabil, serta membantu membersihkan kotoran sisa pembakaran. Penggantian oli sebaiknya mengikuti panduan buku manual, biasanya setiap 5.000–10.000 km atau 6–12 bulan. Untuk mobil yang sering digunakan di jalanan macet, disarankan mengganti oli lebih cepat karena beban kerja mesin yang lebih tinggi.
Ada beberapa tipe oli mesin seperti oli sintetis, oli sintetis campuran, oli jarak tempuh tinggi, dan oli konvensional. Masing-masing memiliki keunggulan berbeda sesuai dengan jenis kendaraan dan kebutuhan penggunaan. Harga oli mesin cukup bervariasi, mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 700.000 tergantung pada jenis dan volume yang dibutuhkan.
Oli Transmisi - Kelancaran Perpindahan Gigi
Oli transmisi berfungsi untuk melumasi komponen dalam gearbox agar proses perpindahan gigi berjalan lancar dan transmisi tidak cepat aus. Pada mobil dengan transmisi otomatis, oli ini juga berperan dalam memberikan tekanan hidrolik dan membantu sistem pendinginan.
Seiring waktu, oli transmisi bisa mengalami kerusakan atau kontaminasi partikel, sehingga perlu diganti secara berkala meski tidak sesering oli mesin. Umumnya, penggantian dilakukan setiap 30.000–60.000 mil, tergantung jenis transmisi, kebiasaan berkendara, dan kondisi jalan. Tanda-tanda perlunya penggantian antara lain penurunan performa saat mengganti gigi atau suara kasar dari transmisi.