Pecak Belut, Sensasi Gurih dan Pedas yang Bikin Ketagihan

Lezat Pecak Belut yang Bikin Nagih
Sumber :
  • https://joss.co.id/data/uploads/2023/07/Pecak-Belut-IG-don_masak.webp

Kuliner, VIVA Banyuwangi – Belut (Monopterus albus) sudah lama menjadi bahan makanan populer di pedesaan Indonesia. Hewan kecil yang gesit ini sering ditemukan di sawah, rawa, dan saluran air. Dalam budaya agraris Jawa, belut bahkan dianggap simbol ketangguhan karena mampu hidup di lingkungan ekstrem, menggambarkan ketahanan hidup petani di tengah tantangan alam. Belut dikenal memiliki daging yang lembut, gurih, dan kaya protein. Tak heran jika ia sering menjadi bahan utama dalam berbagai olahan — mulai dari belut goreng krispi, sambal belut, hingga yang paling khas: pecak belut.

img_title Eksistensi 5 Kue Tradisional Khas Situbondo di Era Modern

Pecak Belut: Cita Rasa yang Meledak di Lidah

Pecak belut merupakan hidangan khas daerah Jawa, terutama populer di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ciri khasnya terletak pada sambal pecak — sambal mentah yang diulek dari cabai rawit, bawang putih, kemiri, kencur, terasi, dan air perasan jeruk limau atau belimbing wuluh. Rasa pedas dan segarnya sambal ini kemudian disiram di atas belut goreng garing yang baru diangkat dari wajan.

img_title 5 Makanan Khas Situbondo Paling Populer yang Wajib Dicoba

Ketika sambal menyatu dengan belut goreng, tercipta kombinasi rasa yang luar biasa: pedas menggigit, gurih renyah, dan segar menggoda. Sensasi ini sering digambarkan oleh penikmatnya sebagai “ledakan rasa di lidah”. Tak sedikit yang mengatakan bahwa sekali mencicipi pecak belut, sulit untuk berhenti di satu suapan saja.

Resep Pecak Belut

img_title 5 Minuman Tradisional Situbondo yang Populer

Bahan Utama:

1. Belut segar ukuran sedang : 500 gram

  1. Air jeruk nipis : 2 sdm (untuk menghilangkan amis)
  2. Garam : 1 sdt
  3. Minyak goreng : secukupnya (untuk menggoreng)

Bahan Sambal Pecak (kuah pedas segar):

  1. Cabai rawit merah : 10 buah (bisa disesuaikan selera)
  1. Cabai merah keriting : 3 buah
  2. Bawang putih : 3 siung
  3. Bawang merah : 4 siung
  4. Kencur : 1 ruas jari kecil
  5. Kemiri sangrai : 2 butir
  6. Terasi bakar : ½ sdt
  7. Garam : ½ sdt
  8. Gula merah : 1 sdt
  9. Air panas : 100 ml
  10. Air perasan jeruk limau atau belimbing wuluh : 1 sdm

Bahan Pelengkap (opsional): Lalapan segar: kemangi, kol, timun, dan daun selada, Nasi putih hangat, Teh tawar hangat atau es teh mani

 Cara Membuat: Bersihkan belut, Cuci bersih belut, potong-potong sepanjang 7–10 cm., Lumuri dengan air jeruk nipis dan garam. Diamkan selama 10–15 menit agar lendir dan bau amis hilang., Bilas kembali hingga bersih, tiriskan.

Halaman Selanjutnya
img_title