Aliansi BEM Banyuwangi Galang Dana untuk Korban Bencana Alam di Sumatra dan Aceh
- Dovalent Vandeva Derico/ VIVA Banyuwangi
Banyuwangi, VIVA Banyuwangi – Bencana yang melanda wilayah Sumatra dan Aceh memantik simpati mendalam dari para mahasiswa di ujung timur Pulau Jawa. Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Banyuwangi menggelar aksi penggalangan dana serentak sebagai wujud solidaritas kemanusiaan.
Koordinator Aliansi BEM se-Banyuwangi, Deni Oktaviano Pratama, menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan instruksi serentak mulai dari tatanan pusat, provinsi, hingga daerah.
Aliansi BEM Banyuwangi saat Press Conference
- Dovalent Vandeva Derico/ VIVA Banyuwangi
"Hari ini kita serentakkan, karena saudara-saudara yang di Sumatra adalah keluarga kami juga. Sumatra juga bagian dari Indonesia," ujar Deni, Jumat, 5 Desember 2025
Aksi turun ke jalan ini melibatkan mahasiswa dari 11 kampus besar di Banyuwangi, baik negeri maupun swasta, serta dukungan dari BEM Fakultas Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi.
Aliansi BEM Banyuwangi saat Melakukan Galang Dana
- Dovalent Vandeva Derico/ VIVA Banyuwangi
Kegiatan penggalangan dana dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, Jumat, 12 Desember 2025, dipusatkan di kawasan Simpang Lima Banyuwangi. Antusiasme masyarakat Banyuwangi terbilang tinggi, terbukti dari donasi yang terkumpul mencapai lebih dari Rp 5,6 juta dalam hitungan jam.
Aliansi BEM Banyuwangi saat Melakukan Galang Dana
- Dovalent Vandeva Derico/ VIVA Banyuwangi
"Alhamdulillah hari Jumat ini kita mendapatkan Rp 5.600.000 sekian. Kami tidak menargetkan nominal, nilai sedikit pun sangat membantu. Kami bantu seikhlasnya," tuturnya.
Untuk agenda hari kedua, Sabtu, 6 Desember 2025, aksi akan bergeser ke wilayah selatan, tepatnya di Pertigaan Srono. Selain turun ke jalan, mahasiswa juga membuka donasi online melalui transfer rekening untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin menyumbang.
Aliansi BEM Banyuwangi saat Melakukan Galang Dana
- Dovalent Vandeva Derico/ VIVA Banyuwangi
Seluruh dana yang terkumpul nantinya tidak disalurkan sendiri-sendiri, melainkan disatukan ke pusat aliansi untuk didistribusikan secara terkoordinasi ke Aceh, Sumatra, dan sekitarnya agar tepat sasaran.
Di balik aksi kemanusiaan ini, Aliansi BEM Banyuwangi juga menyelipkan pesan kritis bagi pemerintah dan masyarakat luas. Mereka menilai bencana seperti banjir dan longsor tidak semata-mata faktor alam, melainkan dampak dari kerusakan akibat ulah manusia.
"Banjir ini datangnya bukan hanya dari alam, tapi ada kendala lain seperti penggundulan hutan yang menjadi faktor utama," tegasnya.
Aliansi BEM Banyuwangi saat Melakukan Galang Dana
- Dovalent Vandeva Derico/ VIVA Banyuwangi
Deni mengajak masyarakat dan pemerintah daerah untuk merefleksikan kondisi Banyuwangi saat ini. Maraknya aktivitas pertambangan dan galian C di Bumi Blambangan menjadi kekhawatiran tersendiri.