Kenali Batas Konsumsi Gula Berlebih Bagi Kesehatan Tubuh

Gula berlebih pada makanan yang kita konsumsi
Sumber :
  • https://www.freepik.com/free-photo/top-view-various-sweets-cookies-colorful-marmalade-candies-white-zephyr-marshmallows-bowls-blue_8446771.htm

Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Gula adalah salah satu sumber energi utama bagi tubuh manusia. Namun, seperti banyak hal lain dalam hidup, sesuatu yang dikonsumsi secara berlebihan dapat berubah menjadi ancaman serius bagi kesehatan. Di era modern ini, gula tersembunyi hampir di setiap makanan yang kita konsumsi, mulai dari minuman kemasan, saus, hingga makanan ringan. Tanpa disadari, asupan gula harian kita sering kali melampaui batas yang dianjurkan, sehingga penting bagi kita untuk memahami kadar gula darah yang perlu diwaspadai agar terhindar dari penyakit kronis.

img_title CV ATS Friendly Untuk Fresh Graduate, Tips Menarik Perhatian HR Dan Lolos Seleksi ATS

Memahami Kadar Gula Darah Normal

Menjaga kadar gula darah tetap stabil adalah kunci untuk kesehatan jangka panjang. Kadar gula darah seseorang berubah-ubah tergantung pada kapan mereka terakhir makan. Secara umum, kadar gula darah sewaktu yang normal berada di bawah 200 mg/dL. Namun, untuk hasil yang lebih akurat, pemeriksaan gula darah puasa (setelah tidak makan selama 8 jam) biasanya harus menunjukkan angka di bawah 100 mg/dL.

img_title 8 Rumus Jawaban Interview Kerja Ala HRD Ternama, Dijamin Lolos!

Kewaspadaan harus ditingkatkan jika angka-angka tersebut mulai merangkak naik. Seseorang dikatakan berada pada kondisi prediabetes jika kadar gula darah puasanya berada di angka 100-125 mg/dL. Jika sudah mencapai atau melebihi 126 mg/dL pada dua kali pemeriksaan terpisah, maka orang tersebut sudah dikategorikan mengidap diabetes melitus. Mengawasi angka-angka ini sangat krusial karena sering kali lonjakan gula darah tidak menunjukkan gejala fisik yang jelas di tahap awal.

Dampak Buruk Gula Berlebih bagi Tubuh

img_title Jajanan Tradisional Kekinian Klepon Cadburry Ala Michele Alex

Konsumsi gula berlebih tidak hanya berdampak pada kenaikan berat badan atau obesitas. Dampak yang paling berbahaya adalah terjadinya resistensi insulin. Insulin adalah hormon yang bertugas membantu sel tubuh menyerap gula untuk dijadikan energi. Ketika tubuh terus-menerus diguyur gula, sel-sel tubuh menjadi kebal terhadap insulin, sehingga gula menumpuk di dalam aliran darah.

Penumpukan gula darah ini secara perlahan akan merusak pembuluh darah di seluruh tubuh. Inilah yang memicu komplikasi serius, seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, hingga kerusakan saraf dan gangguan penglihatan. Selain itu, gula berlebih juga diketahui dapat mempercepat proses penuaan kulit dan meningkatkan risiko peradangan kronis di dalam tubuh.

Halaman Selanjutnya
img_title