Bagaimana Kondisi Perut Mengendalikan Suasana Emosi di Otak
- https://www.freepik.com/free-photo/full-shot-woman-dealing-with-imposter-syndrome_38307041.htm
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi –Pernahkah Anda merasa perut tiba-tiba mulas saat akan menghadapi ujian atau wawancara? Atau mungkin Anda merasa sangat tenang dan nyaman setelah menikmati makanan yang lezat? Sensasi ini bukan sekadar kebetulan atau perasaan gugup biasa. Sebenarnya, ada percakapan rahasia yang terus berlangsung setiap detik antara saluran pencernaan dan kepala Anda.
Banyak orang mengira bahwa semua emosi kita hanya berasal dari apa yang kita pikirkan di kepala. Namun, sains terbaru mengungkapkan fakta yang luar biasa bahwa perut kita memiliki jaringan saraf yang sangat luas, padat, dan bisa bekerja secara mandiri. Hubungan akrab antara perut dan kepala ini secara ilmiah disebut sebagai Sumbu Usus-Otak (Gut-Brain Axis). Lewat hubungan ini, kondisi pencernaan Anda secara langsung menentukan apakah hari Anda akan terasa ceria, fokus, atau justru penuh kecemasan.
Kabel Penghubung Antara Perut dan Kepala
Bayangkan ada sebuah kabel telepon raksasa yang menghubungkan perut langsung ke otak. Kabel ini dinamakan Saraf Vagus. Saraf ini adalah salah satu saraf terpanjang dalam tubuh manusia yang menjulur dari batang otak hingga ke organ-organ di dalam perut. Melalui kabel inilah, perut mengirimkan laporan harian ke otak tentang kondisi di bawah sana.
Di dalam dinding pencernaan kita, terdapat ratusan juta sel saraf. Jumlah ini sangat banyak, bahkan lebih banyak daripada jumlah saraf yang ada di seluruh sumsum tulang belakang kita. Ketika pencernaan kita berjalan lancar dan sehat, pesan yang dikirim ke otak melalui saraf vagus adalah pesan "aman dan tenang". Namun, jika saluran pencernaan kita sedang bermasalah—misalnya karena terlalu banyak makan makanan yang tidak sehat, kurang serat, atau karena stres—pesan yang terkirim adalah pesan "darurat". Inilah alasan utama mengapa masalah pencernaan sering kali membuat kita merasa gelisah, mudah terdistraksi, atau sulit berkonsentrasi pada pekerjaan.
Pabrik "Hormon Bahagia" Ada di Perut
Mungkin ini adalah bagian yang paling mengejutkan bagi banyak orang bahwa hormon yang membuat manusia merasa bahagia, puas, dan tenang, yang bernama Serotonin, justru paling banyak dibuat di perut. Faktanya, sekitar 90% hingga 95% stok hormon bahagia kita diproduksi oleh sel-sel di saluran pencernaan, bukan di kepala.